Pengalaman Rio Dewanto Belajar Bahasa Banjar Demi Kuyank

Pengalaman Rio Dewanto Belajar Bahasa Banjar Demi Kuyank

Febryantino Nur Pratama - detikKalimantan
Selasa, 23 Des 2025 14:29 WIB
Poster film Kuyank (2026).
Foto: dok. Instagram @saranjanakotaghaib
Jakarta -

Rio Dewanto didapuk menjadi salah satu pemain utama dalam film horor berlatar Kalimantan berjudul Kuyank. Rio mengaku pengalaman syutingnya begitu berkesan karena ia harus berbicara dengan bahasa dan dialek Banjar.

Mengutip detikPop, film yang akan tayang pada 29 Januari 2026 ini berkisah tentang perjuangan perempuan dalam menghadapi tekanan budaya dan ancaman gaib. Kuyank merupakan bagian dari Semesta Horor Saranjana: Kota Gaib dan disutradarai oleh Johansyah Jumberan atau Uncle Jo.

Rio mengaku bahasa Banjar merupakan tantangan terbesarnya dalam film ini. Dia juga melakukan proses pendalaman karakter yang cukup panjang demi bisa memerankan karakter di Kalimantan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Soal bahasa dan dialek, saya punya waktu yang cukup lama untuk berproses. Uncle Jo selalu hadir saat reading. Kalau ada pengucapan yang nggak sesuai, langsung direvisi di tempat," ungkapnya di konferensi pers film Kuyang di Jakarta Timur, Senin (22/12/2025).

Bagi Rio, film Kuyank terasa sangat personal dan otentik karena disutradarai langsung oleh putra daerah Kalimantan. Syuting dilakukan di berbagai lokasi di Kalimantan, termasuk tempat kelahiran sang sutradara.

"Film ini personal banget buat Jo. Saya jadi ngerasa film nggak harus selalu tersentralisasi di Jakarta. Teman-teman di daerah, salah satunya Kalimantan, punya kreativitas yang luar biasa," tutur Rio.

Selain Rio, film ini juga dibintangi oleh Ochi Rosdiana, Putri Intan Kasela, dan Hazman Al Idrus. Ochi yang berdarah Sunda juga merasakan tantangan yang sama seperti Rio, yakni soal bahasa.

"Aku belajar bahasa Banjar, takut tiba-tiba Sundanya keluar," ujar Ochi.

Nama Putri Intan Kasela terbilang pendatang baru di dunia film. Namun, lawan mainnya menyebut Putri punya potensi besar sebagai pelakon. Terlebih dalam film ini, Putri yang memang berasal dari Kalimantan bisa betul-betul mendalami peran.

Putri menceritakan pengalaman yang paling berkesan selama syuting. Ia harus diceburkan ke sungai pukul 3 pagi. Menurutnya adegan itu cukup ekstrem.

"Yang paling berkesan pas jam tiga pagi saya masuk ke gentong lalu dihanyutkan ke sungai. Bangga tapi juga takut," ungkapnya.

Pemain lainnya, Hazman Al Idrus, juga harus berurusan dengan sungai. Namun, pengalamannya lebih ke kocak.

"Saya sempat kecebur ke sungai. Bukan nyawa saya yang jatuh, tapi barang-barang produksi," katanya berkelakar.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads