Gelaran perayaan HUT ke-27 Kabupaten Malinau melalui pesta budaya Irau Malinau 2026 tak hanya sukses menyuguhkan atraksi seni, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi warga. Selama tujuh hari penyelenggaraan, total perputaran uang di ajang ini menembus angka Rp 9,9 miliar lebih.
Bupati Malinau, Wempi W Mawa, mengungkapkan bahwa capaian ini membuktikan pesta budaya tahunan tersebut memberi dampak ekonomi yang nyata, khususnya bagi para pelaku UMKM, pedagang kecil, penyedia jasa transportasi, hingga sektor perhotelan dan kuliner lokal.
"Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan bekerja sama dengan BPS dan Poltek Malinau, perputaran uang selama Irau Malinau 2026 menghasilkan Rp 9.941.204.634. Angka ini secara positif masih akan mengalami kenaikan karena survei dilakukan sampai malam penutupan," ujar Wempi saat memimpin malam penutupan Irau Malinau 2026 di Lapangan Padan Liu Burung. Selasa (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya angka perputaran uang tersebut berbanding lurus dengan melonjaknya jumlah pengunjung. Berdasarkan data per 25 Oktober 2026, tercatat sebanyak 34.636 orang memadati arena PLB untuk menikmati berbagai pertunjukan seni dan pameran ekonomi kreatif.
Dari puluhan ribu pengunjung tersebut, estimasi pengeluaran langsung untuk belanja dan kebutuhan selama di lokasi acara mencapai Rp 2,95 miliar.
"Tentu angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran dari aktivitas ekonomi masyarakat yang bergerak bersama. Ada pedagang kecil yang memperoleh tambahan pendapatan, pelaku jasa transportasi yang menerima lebih banyak pelanggan, serta usaha akomodasi dan kuliner yang turut merasakan manfaatnya," papar Wempi.
Wempi berharap dampak ekonomi dari perhelatan Irau tidak berhenti seiring selesainya acara. Pengalaman, peluang, serta jaringan usaha yang terbangun selama satu pekan ini diharapkan menjadi modal penting untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di Kabupaten Malinau.
"Terlebih lagi, Irau Malinau 2026 kini telah resmi masuk ke dalam jajaran 125 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kemenparekraf RI. Jika sebelumnya perayaan budaya ini digelar dua tahun sekali, kini Irau Malinau dipastikan bakal hadir menyapa masyarakat setiap tahun," bebernya.
"Kita ingin Irau Malinau tidak hanya dikenal karena kemeriahan dan kekayaan budayanya, tetapi juga karena kemampuannya mendorong produktivitas, memperluas kesempatan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terangnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Wempi kembali mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman suku dan agama yang ada di Kabupaten Malinau. Ia menekankan bahwa budaya bukan hanya pertunjukan di atas panggung, melainkan cara hidup bermasyarakat.
"Terus jaga persatuan, jaga kekompakan, jaga toleransi di bumi ini, karena Kabupaten Malinau menjadi kabupaten yang paling tinggi tingkat toleransinya di Kalimantan Utara. Kalaupun bersenggolan saat bergoyang dalam panggung hiburan malam ini, kita semua bersaudara," pungkasnya.
