Festival Budaya Irau ke-12 dan perayaan HUT ke-27 Kabupaten Malinau mencatatkan perputaran ekonomi yang cukup besar. Bupati Malinau Wempi W. Mawa mengungkapkan nilai transaksi dan perputaran uang selama perhelatan akbar tersebut menembus angka Rp 7,8 miliar.
Angka tersebut didorong tingginya antusiasme dan partisipasi masyarakat yang memadati pusat kegiatan di Lapangan Padan Liu Burung. Berdasarkan rekapitulasi data panitia penyelenggara, estimasi jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun warga lokal sepanjang festival mencapai 30.488 orang.
"Perputaran uang selama perhelatan Festival Budaya Irau ini tercatat mencapai Rp 7,8 miliar lebih, dengan jumlah pengunjung lebih dari 30 ribu orang. Transaksi ini dinikmati langsung oleh para pelaku UMKM, pedagang kuliner, pengusaha penginapan, penyedia transportasi, hingga sektor jasa lainnya," ujar Bupati Wempi saat menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna Istimewa di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malinau, Senin (26/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati menjelaskan Irau ke-12 yang telah resmi masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, bukan sekadar pesta kebudayaan rutin dua tahunan. Pesta rakyat ini sengaja dirancang sebagai lokomotif utama pendorong ekonomi berbasis kerakyatan, sekaligus sarana efektif mempromosikan produk kebudayaan daerah perbatasan.
"Selain mendongkrak sektor pariwisata dan UMKM, momentum peringatan HUT ke-27 Malinau ini juga diwarnai dengan capaian indikator makro pembangunan yang positif. Pemkab Malinau mencatat pertumbuhan ekonomi non-batubara menunjukkan performa tangguh di angka 7,305 persen, sementara laju pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan berada di kisaran 6,58 persen," bebernya.
Di sektor pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial, indikator pembangunan manusia di Malinau turut mencatatkan tren membaik. "Berdasarkan data pemaparan resmi pemerintah daerah, tingkat kemiskinan di Kabupaten Malinau berhasil ditekan turun signifikan menjadi 4,92 persen pada tahun 2026 dari sebelumnya 5,56 persen pada tahun 2025, atau mencatatkan penurunan sebesar 0,64 persen," rincinya.
Tren positif ini seiring dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025, yang naik 0,49 poin mencapai angka 75,21. "Hasil yang kita raih ini merupakan buah dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas seluruh pemangku kepentingan. Fokus pembangunan ekonomi kita harus terus berpihak pada masyarakat lapis bawah, memperkuat sektor UMKM, serta menciptakan peluang kerja baru agar dampak pembangunan dirasakan hingga ke pelosok pedalaman," tegasnya.
Untuk memperkuat fondasi ekonomi tersebut, Pemkab Malinau secara konsisten menjalankan berbagai program inovatif berbasis kemasyarakatan. Di antaranya pendampingan wirausaha muda melalui program Milenial Mandiri, pemberian beasiswa Malinau Maju Desa Sarjana yang telah menyasar lebih dari 2.600 mahasiswa, hingga pembentukan Koperasi Merah Putih yang kini telah berdiri di 108 desa.
"Selain itu, Pemkab Malinau sukses mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 100 persen untuk jaminan kesehatan warga, seraya memperluas optimalisasi lahan cetak sawah rakyat seluas ratusan hektar demi mendorong kemandirian pangan," tuturnya.
Keberhasilan tata kelola pemerintahan Pemkab Malinau juga dibuktikan dengan raihan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama 12 tahun berturut-turut. Tidak hanya itu, Kabupaten Malinau borong sejumlah penghargaan nasional mulai dari peringkat pertama penyaluran Dana Desa terbaik hingga apresiasi inovasi daerah di bidang pendidikan dan literasi digital.
"Memasuki usia ke-27 yang kian matang, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebhinekaan dan kondusifitas wilayah. Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh adat, dan TNI-Polri dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga Malinau tetap aman, damai, dan berdaya saing di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia," ucapnnya.
Mengakhiri pidatonya, Wempi mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar menjadikan peringatan HUT daerah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum evaluasi bersama.
"Saya mengajak seluruh elemen warga untuk terus bergandengan tangan, melahirkan karya inovatif, dan bekerja keras demi terwujudnya Kabupaten Malinau yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya.
