Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Malinau ke-27 dan Irau ke-12 tidak hanya dikemas sebagai pesta rakyat dan panggung pelestarian seni budaya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau memastikan perhelatan akbar yang berlangsung selama 7 hari ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi masyarakat setempat.
Untuk memastikan dampak tersebut, panitia penyelenggara menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai instansi teknis hingga penyedia layanan telekomunikasi guna mengukur pergerakan ekonomi secara presisi di Lapangan Padan Liu Burung (PLBN).
Ketua Panitia Irau Malinau 2026 sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau Ernes Silvanus menegaskan bahwa Pemkab Malinau berkomitmen menghadirkan festival kebudayaan yang inklusif sekaligus berdampak nyata pada sektor UMKM dan ekonomi lokal.
"Selain menghadirkan panggung kebudayaan inklusif, gelaran Irau Malinau 2026 yang berlangsung selama 7 hari ini juga disiapkan untuk memberi dampak ekonomi terukur," ujar Ernes kepada detikKalimantan, Kamis (22/10/2026).
Ernes menjelaskan langkah terobosan dilakukan panitia dengan melibatkan pihak independen dan profesional dalam pengukuran data pengunjung serta transaksi keuangan selama gelaran berlangsung.
"Panitia bekerja sama dengan Bappeda, BPS Malinau, hingga Telkomsel untuk menghitung secara presisi perputaran uang dan trafik pengunjung yang hadir hingga penutupan acara mendatang," tambah Ernes.
Melalui pendataan statistik BPS dan pemetaan trafik seluler Telkomsel, Pemkab Malinau berharap mendapatkan data konkret mengenai pergerakan wisatawan, jumlah kunjungan harian, hingga estimasi perputaran uang di area festival.
"Data ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan acuan perencanaan program ekonomi serta pariwisata daerah di masa mendatang," bebernya.
Selain potensi ekonomi, kemeriahan Irau Malinau ke-12 tetap diramaikan oleh pertunjukan seni dari berbagai etnis, seperti Dayak Sa'ben, Dayak Tahol, hingga paguyuban Nusantara seperti Batak dan Kawanua, yang tampil di satu panggung secara harmonis.
Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"
(des/des)