Balikpapan Defisit Air, Suplai dari Bendungan Sepaku Semoi Dikaji

Kalimantan Timur

Balikpapan Defisit Air, Suplai dari Bendungan Sepaku Semoi Dikaji

Ary Nindita Intan RS - detikKalimantan
Kamis, 08 Okt 2026 20:14 WIB
AHY saat meninjau langsung proyek pembangunan sumur bor Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Tembak di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur.
AHY saat meninjau langsung proyek pembangunan sumur bor Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Tembak di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Foto: Ary Nindita Intan RS/detikKalimantan
Balikpapan -

Pemerintah pusat tengah mengkaji opsi penyaluran air bersih dari Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Opsi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan yang sedang mengalami defisit akibat kemarau panjang.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pasokan air dari Bendungan Sepaku Semoi dapat menjadi solusi jangka panjang secara signifikan. Namun, rencana tersebut masih perlu dikaji secara matang.

"Opsi penyaluran air bersih dari Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kota Balikpapan. Tapi perlu kajian lebih lanjut," ujarnya, saat meninjau langsung proyek pembangunan sumur bor Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Tembak di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kamis (8/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AHY menjelaskan kapasitas ketersediaan air bersih di Kota Balikpapan saat ini baru mencapai sekitar 1.500 liter per detik. Sementara itu, total kebutuhan masyarakat diperkirakan mencapai 2.500 liter per detik, sehingga terjadi defisit hingga 1.000 liter per detik.

"Hari ini ketersediaan air bersih di Balikpapan ada 1.500 liter per detik, padahal kebutuhannya kurang lebih 2.500 liter per detik," ucapnya.

AHY menilai Bendungan Sepaku Semoi saat ini telah mencukupi kebutuhan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemerintah kemudian memperhitungkan kemungkinan pemanfaatan sumber air tersebut untuk mendukung kebutuhan di Balikpapan.

"Pasokan air dari Bendungan Sepaku Semoi dapat menjadi solusi jangka panjang secara signifikan," kata AHY.

Kendati demikian, pemerintah masih harus menghitung kebutuhan anggaran dan teknis penyaluran air dari bendungan tersebut. Opsi ini juga menyesuaikan jarak penyaluran dengan kebutuhan pasukan air Balikpapan.

"Yang paling signifikan sebetulnya kalau kita bisa mendapatkan aliran dari Sepaku Semoi. Tapi jaraknya cukup jauh dan membutuhkan anggaran besar, jadi perlu kita hitung ulang semuanya," terangnya.

AHY meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) di Kalimantan Timur untuk terus berkolaborasi dengan PDAM (PTMB) serta pemerintah daerah. Upaya ini untuk menjaga mengawal ketersediaan air bersih di Balikpapan.

Menurutnya, penambahan pasukan air tidak harus dilakukan sekaligus dalam jumlah besar. Suplai dapat ditambah secara bertahap sesuai kemampuan sumber air yang tersedia.

"Meskipun penambahan suplai belum bisa langsung besar sekaligus, yang penting selalu ada progres. Dari 10 liter per detik nanti ditambah lagi secara bertahap," tuturnya.

Sumur bor IPA Gunung Tembak di Kelurahan Teritip dibangun dengan kedalaman 200 meter. Infrastruktur air baku berdebit 10 liter per detik tersebut diproyeksikan mampu melayani sekitar 1.152 Sambungan Rumah (SR) di kawasan Balikpapan Timur.

"Pembangunan sumur bor seperti di Kelurahan Teritip ini memberikan manfaat dengan debit 10 liter per detik, namun tentu masih banyak hal yang perlu kita selesaikan," kata AHY.

Ia menegaskan pemenuhan air bersih menjadi prioritas krusial. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi ancaman kemarau dan fenomena El Nino berkepanjangan agar tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air.

"Tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Kita ingin memastikan pembangunan sumur bor ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi tersebut," pungkasnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: AHY Kenang Hidup di Singapura, Singgung Persahabatan Dua Negara"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads