Cadangan air di Waduk Manggar dan Teritip terus menyusut akibat fenomena El Nino Godzilla yang memicu kemarau panjang dan kekeringan. Kondisi tersebut berdampak serius terhadap ketersediaan air baku di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kepala UPB Wilayah 1 BWS Kalimantan IV, Fatturrahman mengatakan pihaknya terpaksa memangkas kuota pengambilan air baku untuk Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Langkah darurat itu diambil untuk menjaga ketersediaan air tetap aman hingga Desember 2026.
"Kami melakukan simulasi dan perhitungan pengambilan air baku untuk PTMB agar volume air waduk ini bertahan sampai bulan Desember 2026," ujarnya, Jumat (2/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fathurrahman menyampaikan pengambilan air baku dari Waduk Manggar diturunkan dari 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik. Pengurangan tersebut mencapai 250 liter per detik atau sekitar 21,7%.
"Kami melakukan simulasi untuk pengambilan air di Waduk Manggar itu 900 liter per detik. Ini lumayan drastis penurunannya, sekitar 250 liter per detik," ucapnya.
Sementara di Bendungan Teritip, pengambilan air baku saat ini hanya sekitar 110 liter per detik. Angka tersebut turun sekitar 50% dari kondisi normal yang mencapai 220 liter per detik.
"Pengambilan air baku sekitar 220 liter per detik untuk kondisi normal. Tapi saat ini pengambilan air baku oleh PDAM sekitar 50 persen dari perizinannya," kata Fatturrahman.
Diakuinya, dampak kemarau kali ini jauh lebih berat daripada periode tahun sebelumnya. Bahkan, tinggi permukaan air di Bendungan Teritip menyusut hingga 2 meter dengan sisa cadangan air baku sekitar 850 meter kubik.
"Penurunan debit air di Bendungan Teritip saat ini sudah sekitar 2 meter, dengan volume sekitar 850 meter kubik lagi. Fenomena El Nino kali ini memang lebih melebihi dibandingkan tahun 2023," ungkapnya.
BWS Kalimantan IV berharap simulasi ini dapat mempertahankan ketersediaan air di kedua Waduk tersebut. Upaya ini sembari menantikan intensitas hujan kembali mengguyur Kota Balikpapan.
"Harapan kita hujan bisa turun pada Oktober-November ini. Jika kondisi kembali normal, tentu kuota pengambilan air baku untuk PDAM bisa kembali normal seperti semula," pungkasnya.
