Dampak fenomena El Nino membuat debit air di Bendungan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), terus mengalami penyusutan. Penurunan muka air waduk kini mencapai sekitar 2 meter.
Pengamatan detikKalimantan, kondisi tersebut membuat dasar waduk di sejumlah bagian tepi mulai terlihat. Waduk yang biasanya hanya dapat dijangkau menggunakan perahu kini mulai bisa dipijak dengan kaki kosong.
Permukaan tanah di dasar waduk tampak kering dan tandus. Konturnya keras dengan retakan yang menyebar di sejumlah bagian akibat penyusutan air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala UPB Wilayah 1 BWS Kalimantan IV, Fatturrahman mengakui dampak kemarau kali ini jauh lebih berat daripada periode tahun sebelumnya. Terlebih, Bendungan teritip menjadi pasokan utama dalam ketersediaan air bersih di Balikpapan.
"Penurunan debit air saat ini sudah sekitar 2 meter, dengan volume sekitar 850 kubik lagi. Fenomena El Nino kali ini memang lebih melebihi dibandingkan tahun 2023," ujarnya, Jumat (2/10/2026).
Bendungan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), kian menyusut. Foto: Ary Nindita Intan RS/detikKalimantan |
Dalam kondisi normal, pengambilan air baku dari Bendungan Teritip mampu mencapai 220 liter per detik. Namun, saat ini pengambilan air telah dikurangi sekitar 50% menjadi 110 liter per detik.
"Perizinan pengambilan air baku sekitar 220 liter per detik untuk kondisi normal. Saat ini pengambilan air baku oleh PDAM sekitar 50 persen dari perizinannya," kata Fatturrahman.
Pengurangan tersebut dilakukan karena kondisi Waduk terus menyusut akibat kemarau panjang. Bahkan, apabila tidak terjadi hujan dalam waktu dekat, pengambilan air diperkirakan kembali dikurangi hingga sekitar 90 liter per detik.
"Jadi kemungkinan di bulan Oktober ini tidak sampai 110 liter per detik lagi pengambilannya, bisa 90 liter per detik jika tidak ada hujan," tandasnya.
Bendungan Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), kian menyusut. Foto: Ary Nindita Intan RS/detikKalimantan |
Fathurrahman mengatakan upaya tersebut agar cadangan air di Bendungan teritip dapat bertahan hingga Hujan kembali turun. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan diperkirakan mulai turun pada Oktober dan November 2026.
"Supaya pasokan air tetap bisa bertahan sampai hujan turun. Kalau sudah kondisi normal, tentu pengambilan air bakunya kembali normal untuk PDAM," pungkasnya.


