Mekarnya bunga tabebuya di sejumlah ruas jalan utama Kota Balikpapan mengundang perhatian warga. Sehingga menjadi peluang rezeki bagi penjual kopi keliling yang berjualan di sekitar lokasi.
Seorang penjual kopi keliling, Wahyu, ikut menyongsong momen tersebut. Salah satunya dengan berjualan di Jalan Mayjend Sutoyo atau lokasi tepat bunga tebebuya bermekaran.
"Iya, ikut memanfaatkan momen lewat berjualan," ujarnya, Selasa (29/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahyu menilai puncak keramaian terjadi pada Minggu (27/9/2026). Warga bahkan rela antre bergiliran untuk mengabadikan momen saat tabebuya berbunga lebat.
"Puluhan orang sampe antre buat foto di bawah pohon, ada juga yang bikin konten media sosial," tambahnya.
Ia menilai mekarnya tabebuya tidak hanya mempercantik lingkungan, tapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian. Kopi yang dijajakan lebih banyak diminati warga sambil menunggu giliran untuk berfoto.
"Tabebuya ini menarik perhatian masyarakat, penjualan kopi saya ikut meningkat," kata Wahyu.
Banyaknya warga yang berswafoto membuat penjualan kopinya meningkat drastis. Ia bahkan mengalami lonjakan omzet sejak sepekan terakhir.
"Pendapatan ikut meningkat, lebih dari cukup. Biasanya hanya menjual 30 cup sehari, sekarang bisa sampai 50 cup per hari," ucapnya.
Meski bunga tabebuya kini mulai berguguran, keindahannya masih menarik perhatian masyarakat. Wahyu berharap tanaman tersebut semakin banyak ditanam di setiap sudut wilayah kota.
"Masih banyak juga warga yang datang buat foto, walaupun sudah mulai berguguran ini. Semoga sih makin banyak tanaman kayak gini," pungkasnya.
