Bangun Jalur Kereta Kalimantan, RI Bakal Gandeng China

Nasional

Bangun Jalur Kereta Kalimantan, RI Bakal Gandeng China

Herdi Alif Al Hikam - detikKalimantan
Senin, 28 Sep 2026 15:20 WIB
Ilustrasi kereta
Ilustrasi kereta. Foto: Getty Images/JOKO SL
Jakarta -

Perencanaan proyek jalur kereta api untuk Pulau Kalimantan tengah dimatangkan. Saat ini, Indonesia dikabarkan sedang mempertimbangkan investasi dari China untuk membangun jaringan kereta api Trans Kalimantan tersebut.

Dikutip detikFinance, media asal Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), dalam laporan terbarunya dikutip Minggu (27/9/2026), melaporkan Pemerintah Indonesia sedang menjajaki potensi investasi asing untuk membangun jaringan kereta api sepanjang 2.772 km untuk wilayah Kalimantan.

Hal ini berdasarkan pernyataan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang pernah mengatakan China dan Rusia telah menyatakan minat pada proyek tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam catatan detikcom, pada Agustus 2025 lalu Dudy pernah mengungkapkan investor dari China dan Rusia menyatakan minat untuk membangun jalur Kereta Trans Kalimantan. Saat ini, pemerintah masih menjajaki peluang kerja sama dengan kedua negara tersebut.

Pengembangan Trans Kalimantan sendiri jadi sorotan usai disebut-sebut bakal dipercepat oleh Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis 30 Juli 2026.

"Tapi sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya China dan Rusia sudah kita jajaki," ujar Dudy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026) yang lalu.

Kembali ke laporan SCMP, para analis mencatat setiap perjanjian komersial proyek perkeretaapian dengan Indonesia akan dinegosiasikan lebih hati-hati oleh pemerintah dan pemangku kepentingan di China. Mengingat tekanan keuangan yang menghambat proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dan juga tantangan yang menghambat proyek metro bawah tanah yang diusulkan di provinsi wisata Bali yang padat penduduk.

Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung sendiri dibangun sepanjang 142,8 km oleh kontraktor China di pulau Jawa yang padat penduduk, ini menjadi bukti kemampuan teknis China yang kuat.

"Saya pikir Tiongkok dapat menawarkan Indonesia ekosistem kereta api yang lengkap, termasuk pembiayaan, keahlian teknik, teknologi, dan personel yang berpengalaman," kata Siwage Dharma Negara, peneliti senior di ISEAS - Yusof Ishak Institute Singapura.

Jaringan Trans-Kalimantan yang diusulkan akan berupaya menghubungkan berbagai daerah di wilayah tersebut sebagai bagian dari rencana ekspansi jangka panjang hingga tahun 2045. Wilayah yang kaya sumber daya alam ini juga merupakan rumah bagi Nusantara, ibu kota baru negara yang direncanakan, tetapi belum memiliki jaringan kereta api umum yang beroperasi.

Baca artikel selengkapnya di sini.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads