Round-up

Kemarau-Karhutla Jadi Alasan Pasokan BBM Tersendat di Palangka Raya

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Selasa, 08 Sep 2026 12:31 WIB
Ilustrasi SPBU. Foto: Pertamina
Palangka Raya -

Antrean panjang kendaraan dalam beberapa hari terakhir masih terlihat mengular di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya. Masyarakat harus menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Pihak Pertamina menjelaskan sejumlah faktor yang memengaruhi kelancaran penyaluran. Sementara Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mulai menerapkan solusi untuk mengurai antrean.

Dampak Kemarau dan Karhutla

Sales Area Manager (SAM) Pertamina Kalteng, Donny Prasetya mengatakan, kondisi kemarau dan karhutla menjadi salah satu faktor yang menyebabkan keterlambatan pengiriman BBM ke SPBU.

"Saat ini karena faktor kemarau dan karhutla menjadi salah satu faktor adanya keterlambatan pengiriman ke SPBU," kata Donny, Senin (7/9/2026).

Menurut Donny, kondisi kemarau turut memengaruhi proses distribusi BBM. Kekeringan membuat kondisi pasang surut air menjadi lebih dinamis dibandingkan situasi normal, sehingga berdampak pada perjalanan dan pengiriman BBM.

Di sisi lain, karhutla juga memberikan dampak terhadap mobilitas kendaraan pengangkut BBM di jalur darat. Kabut asap yang mengganggu jarak pandang membuat mobil tangki harus menyesuaikan kecepatan selama perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

"Kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap waktu tempuh pengiriman BBM menuju SPBU di Palangka Raya," katanya.

Langkah Mitigasi Pertamina

Untuk mempercepat penyaluran, Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi dengan melibatkan Depot Sampit untuk membantu memasok BBM, khususnya Pertalite, ke sejumlah SPBU di Palangka Raya.

"Sebagai mitigasi kami dibantu oleh Depot Sampit untuk membantu pengiriman BBM, khususnya Pertalite agar penyaluran ke SPBU Palangka Raya bisa lebih cepat," jelasnya.

Upaya tersebut mulai dilakukan pada Minggu (6/9/2026), setelah jembatan di Kasongan kembali dapat dilalui mobil tangki BBM. Pertamina berharap dukungan distribusi dari Depot Sampit tersebut dapat mempercepat pengiriman BBM ke Palangka Raya dan membantu mengurai antrean kendaraan.

Donny juga menegaskan, keterlambatan distribusi tersebut tidak berkaitan dengan adanya pengurangan volume pengiriman BBM. Menurutnya, jumlah BBM yang dikirim tetap mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kapasitas tangki masing-masing SPBU ketika pengiriman dilakukan serta ketersediaan loading order saat pemesanan.

"Pertamina pun berharap kondisi distribusi dapat segera kembali normal sehingga pelayanan BBM kepada masyarakat di Palangka Raya berjalan lebih lancar," ujarnya.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: OTT KPK di BNPB-Langit Oranye di Palangka Raya"


(bai/bai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork