Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pantauan detikKalimantan pada Jumat (11/9/2026), antrean bahkan sudah terlihat sejak subuh.
Antrean sejumlah kendaraan tampak mengular hingga keluar kawasan SPBU. Salah satu antrean terpanjang terlihat di SPBU Jalan Diponegoro. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak berjejer sejak kawasan SPBU hingga memasuki Jalan PM Noor.
Kondisi ini membuat sejumlah pengendara bahkan harus datang lebih awal dengan harapan bisa mendapatkan Pertalite sebelum stok di SPBU habis atau antrean semakin panjang. Arus lalu lintas di sekitar SPBU pun ikut terdampak. Antrean memadati badan jalan sehingga pengguna jalan lainnya harus lebih berhati-hati saat melintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang petugas SPBU, Edy Laksono mengatakan, antrean panjang Pertalite telah berlangsung sekitar satu pekan terakhir. Namun, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kondisi tersebut.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima pihak SPBU, pasokan Pertalite sebenarnya masih dalam kondisi normal.
"Padahal untuk konsumen sudah kita batasi. Untuk mobil maksimal pembelian Rp300 ribu, sedangkan sepeda motor lima liter," ujar Edy.
Ia menduga salah satu faktor yang membuat antrean semakin panjang adalah banyaknya kendaraan dari luar Kota Palangka Raya yang ikut mengisi Pertalite di SPBU tersebut.
"Bisa jadi karena banyak mobil dari luar kota Palangka Raya yang ikut mengantre," katanya.
Meski pembelian telah dibatasi, antrean tetap terjadi sejak dini hari. Kendaraan terus berdatangan hingga pagi, membuat panjang barisan semakin bertambah seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
Fenomena serupa juga terlihat pada penjualan BBM eceran di pinggir jalan. Sejumlah pedagang masih menjual Pertalite menggunakan botol, tetapi persediaannya relatif terbatas.
Sebagian pedagang justru lebih banyak menyediakan Pertamax. Untuk Pertalite eceran, harganya bahkan mencapai sekitar Rp 15 ribu per botol dengan isi kurang dari satu liter.
Gibran Sempat Cek SPBU di Palangka Raya
Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka sempat mengecek pasokan BBM saat antrean panjang terjadi di SPBU Pertamina Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026). (Dok Setwapres) |
Di hari sebelumnya, Kamis (10/9/2026), Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka sempat mengecek pasokan BBM saat antrean panjang terjadi di SPBU Pertamina Jalan Tjilik Riwut Km 12, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Momen tersebut terjadi saat Wapres Gibran dalam perjalanan usai meninjau Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. Melihat antrean panjang, Gibran kemudian turun dan menghampiri area pengisian BBM. Ia berdialog dengan petugas SPBU sekaligus menanyakan kondisi ketersediaan BBM yang menyebabkan kendaraan harus mengantre cukup panjang.
Dalam percakapan tersebut, petugas menyampaikan bahwa pasokan BBM sedang dalam perjalanan menuju SPBU. Gibran pun meminta agar persoalan pasokan segera dilaporkan apabila terjadi kendala.
"Pak, kalau ada kelangkaan-kelangkaan, lapor kami ya, Pak," ujar Gibran.
Wapres juga menekankan agar antrean panjang seperti itu tidak kembali terjadi. Pemerintah, kata dia, akan memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan bakar.
"Besok tidak boleh antre begini ya. Kita pastikan barangnya ada terus," imbuhnya.
Tak hanya mengecek pasokan, Gibran juga meminta petugas mengatur antrean kendaraan dengan baik. Hal itu dilakukan agar antrean tidak meluber ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Kepada warga yang masih menunggu giliran mengisi BBM, Gibran meminta mereka bersabar. Ia sekaligus memastikan pasokan BBM sedang menuju SPBU tersebut.
"Tunggu ya, Pak. Maaf, ya," ucapnya kepada warga yang mengantre.

