Stok BBM Ditambah, DPRD Kalteng Minta Pertamina Juga Benahi Distribusi

Stok BBM Ditambah, DPRD Kalteng Minta Pertamina Juga Benahi Distribusi

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 16 Sep 2026 15:31 WIB
Antrean kendaraan di SPBU Jl Diponegoro Palangka Raya pada Jumat (11/9/2026) pagi. (Istimewa/Dokumentasi warga)
Foto: Antrean kendaraan di SPBU Jl Diponegoro Palangka Raya. (Istimewa/Dokumentasi warga)
Palangka Raya -

Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mendapat sorotan DPRD Kalteng. Pertamina diminta segera mengevaluasi distribusi BBM agar pasokan di daerah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong mengatakan kelancaran pasokan menjadi hal penting untuk mencegah antrean panjang kembali terjadi. Menurutnya, kebutuhan BBM masyarakat harus menjadi dasar dalam menentukan volume distribusi ke wilayah Kalteng.

"Saya kira dari pihak Pertamina agar masalah ini menjadi perhatian serius, suplainya ke Kalteng harus memadai sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kalteng," kata Arton, Rabu (16/9/2026).

Arton menilai antrean panjang bukan hanya persoalan yang berdampak pada waktu masyarakat. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas warga dan mobilitas kendaraan di sejumlah ruas jalan.

Ia mengklaim DPRD Kalteng telah melakukan pengawasan terhadap persoalan distribusi BBM. Pembahasan juga dilakukan melalui komisi yang membidangi sektor terkait dengan melibatkan Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Selama ini kan kita awasi melalui Komisi I yang melakukan RDP dengan pihak Pertamina," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Arton mengatakan pihaknya melihat kemungkinan adanya gangguan pada rantai distribusi yang menyebabkan pasokan BBM tidak tiba sesuai kebutuhan di wilayah konsumen. Karena itu, DPRD Kalteng meminta Pertamina tidak hanya memastikan ketersediaan BBM di tingkat daerah, tetapi juga menelusuri seluruh jalur distribusi dari sumber pasokan hingga SPBU.

"Ini kan pasti ada kendala di jalan, bukan secara kesengajaan. Mungkin distribusinya atau pengiriman minyak dari tempat produksi ke tempat konsumen terganggu akibat musim kemarau ini," katanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun mengatakan penguatan pasokan dilakukan dengan menambah ketahanan stok di Fuel Terminal Pulang Pisau. Pasokan juga diperkuat melalui pengiriman dari Fuel Terminal Sampit dan Banjarmasin.

"Kami meningkatkan persediaan BBM di Fuel Terminal Pulang Pisau untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Penguatan penyaluran Pertalite juga telah dilakukan dengan dukungan pengiriman dari Fuel Terminal Sampit dan Banjarmasin agar pasokan ke SPBU dapat terus dioptimalkan," kata Edi, Rabu (16/9/2026).

Menurut Edi, antrean panjang yang terjadi tidak terlepas dari adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Sebagian pengguna kendaraan yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite karena adanya perbedaan harga.

"Peralihan tersebut membuat permintaan Pertalite meningkat dalam waktu relatif cepat. Kondisi itu kemudian ikut memberikan tekanan terhadap penyaluran BBM di sejumlah SPBU," katanya.

Di sisi lain, distribusi BBM ke wilayah Kalteng juga menghadapi tantangan akibat kondisi alam. Kemarau panjang menyebabkan debit sejumlah sungai menurun sehingga memengaruhi navigasi kapal tongkang yang digunakan untuk mengangkut BBM.

Gangguan juga terjadi pada jalur darat. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang pekat menyebabkan jarak pandang pengemudi menurun sehingga laju kendaraan pengangkut BBM harus disesuaikan demi keselamatan.

"Dalam proses pengiriman, keselamatan tetap menjadi prioritas. Awak mobil tangki menyesuaikan laju kendaraan dengan kondisi jarak pandang serta mengikuti arahan petugas berwenang di lapangan," ujar Edi



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads