Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan pangan. Perum Bulog memastikan stok komoditas pangan strategis di wilayah tersebut dalam kondisi aman, sementara harga di tingkat konsumen masih terkendali.
Kepastian itu disampaikan setelah jajaran manajemen Perum Bulog bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah turun langsung mengecek kondisi pangan di sejumlah titik di Kota Palangka Raya,sejak Rabu (12/8) hingga Kamis (13/8). Pengecekan dilakukan mulai dari ritel modern hingga gudang penyimpanan Bulog.
Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq memimpin peninjauan tersebut, didampingi Sekretaris Perusahaan, Ketua PMO Transformasi, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalteng, serta perwakilan Satgas Pangan, Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalteng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam inspeksi tersebut, yakni ketersediaan komoditas, harga yang dibayar masyarakat, serta kekuatan stok yang tersimpan di gudang. Hasilnya, posisi pangan Bulog Kalteng masih tergolong kuat.
"Hingga 12 Agustus 2026, stok beras yang dikelola Kantor Wilayah Perum Bulog Kalteng mencapai 17.892 ton. Stok tersebut terdiri atas beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan beras komersial," ujar Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq, Kamis (13/8/2026).
Tidak hanya beras, Bulog juga memiliki sekitar 958 ribu liter minyak goreng dan 121 ribu kilogram gula pasir. Kekuatan stok tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga pasokan sekaligus mengantisipasi apabila terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Saat menyambangi HiCermart Superstore Palangka Raya, rombongan juga memastikan beras premium merek Punokawan tersedia di pasaran. Produk tersebut dipasarkan dalam kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram.
"Harga yang tercatat berada di angka Rp 15.400 per kilogram. Artinya, kemasan 5 kilogram dijual Rp 77.000, sedangkan kemasan 10 kilogram dibanderol Rp 154.000," katanya.
Marga mengatakan pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya, baik dari sisi ketersediaan maupun harga.
"Kami melihat langsung kondisi di ritel modern. Stok pangan tersedia dan harga yang diterima masyarakat sesuai ketentuan. Sementara dari sisi ketersediaan, stok yang kami miliki juga sangat kuat," katanya.
Setelah memastikan kondisi di tingkat ritel, rombongan bergerak menuju Gudang Bulog Bukit Tunggal. Di lokasi tersebut tersimpan sekitar 1.935 ton beras, 79 ribu liter minyak goreng, 29 ribu kilogram gula pasir dan 22 ribu kilogram jagung.
Menurut Marga, stok yang berada di gudang tersebut menjadi bagian penting dari kesiapan Bulog dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran penyaluran pangan di Kalteng.
Khusus beras, Bulog memperkirakan stok yang dikelola saat ini mampu menopang kebutuhan penyaluran hingga sekitar 10 bulan ke depan.
"Jadi masyarakat Kalimantan Tengah tidak perlu khawatir. Stok yang kami miliki lebih dari cukup untuk mendukung kebutuhan penyaluran ke depan," ujarnya.
Meski stok melimpah, Bulog menilai ketersediaan pangan tidak cukup jika tidak diikuti harga yang terjangkau. Karena itu, pengawasan terhadap jalur distribusi menjadi perhatian untuk memastikan pangan dari gudang dapat segera sampai ke pasar dan masyarakat.
"Ketersediaan stok harus berjalan beriringan dengan keterjangkauan harga. Karena itu, kami bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan akan terus melakukan pengawasan agar komoditas pangan tersedia di masyarakat dengan harga sesuai ketentuan," tegas Marga.
Ia menambahkan, sinergi antara Bulog, pemerintah daerah dan Satgas Pangan akan terus diperkuat guna mengantisipasi potensi gejolak harga maupun hambatan distribusi.
"Dengan stok beras mencapai 17.892 ton, ditambah ratusan ribu liter minyak goreng dan puluhan ribu kilogram gula pasir, Bulog menilai kondisi pangan Kalteng saat ini berada dalam posisi yang cukup kuat," pungkasnya.
Bulog pun memastikan penguatan stok dan kelancaran distribusi akan terus dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi di berbagai wilayah Kalteng.
