Musim panen tahun ini membawa angin segar bagi petani di Kalimantan Tengah. Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memastikan hasil panen petani terserap dengan baik melalui program pembelian gabah yang terus dioptimalkan.
Langkah ini membuat petani tidak lagi dihantui anjloknya harga saat panen raya. Hingga 19 Juli 2026, Bulog Kalteng telah menyerap sebanyak 17.793 ton gabah atau setara dengan 9.161 ton beras.
Capaian tersebut telah memenuhi sekitar 58 persen dari target penyerapan tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 30.420 ton gabah. Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan penyerapan gabah merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga kesejahteraan petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kehadiran Bulog di tengah petani diharapkan mampu memberikan kepastian pasar dan mendukung stabilitas harga gabah," ujar Erwin, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, program penyerapan ini tidak hanya memberikan jaminan pembeli bagi petani, tetapi juga menjaga agar harga gabah tetap stabil di tingkat produsen. Dengan demikian, petani dapat menikmati hasil panen yang lebih menguntungkan dan terus termotivasi meningkatkan produksi.
"Bulog Kalteng juga memanfaatkan momentum panen di berbagai daerah untuk memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman," pungkasnya.
Melalui penyerapan yang terus berjalan hingga musim panen berakhir, Bulog optimistis target tahunan dapat tercapai. Keberhasilan ini diharapkan tidak hanya memperkuat stok pangan nasional, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga mereka dapat terus meningkatkan produktivitas tanpa khawatir hasil panennya tidak terserap maupun harga gabah jatuh di pasaran.
Sebelumnya, Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memastikan telah menyiapkan sekitar 6.000 ton beras untuk mendukung program bantuan pangan selama tiga bulan. Namun, penyaluran kepada masyarakat masih menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Erwin mengatakan kebutuhan beras bantuan pangan diperkirakan mencapai 2.000 ton setiap bulan. Jika program berjalan selama Juli hingga September, total beras yang dibutuhkan sekitar 6.000 ton.
"Rencananya memang untuk tiga bulan, Juli, Agustus, dan September. Kebutuhannya kurang lebih 2.000 ton per bulan, sehingga totalnya sekitar 6.000 ton," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Menurut Erwin, program bantuan pangan merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu mengendalikan potensi inflasi di daerah.
Meski seluruh persiapan telah dilakukan, hingga kini Bulog Kalteng belum dapat menyalurkan bantuan karena masih menunggu surat penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional.
"Di sisi lain, kondisi stok beras di gudang Bulog dipastikan aman. Saat ini, persediaan beras yang dikelola Bulog Kalteng mencapai sekitar 15.000 ton," tutupnya.
