BPS Catat 58.812 Warga Kalteng Menganggur, Wilayah Luas Jadi Tantangan

BPS Catat 58.812 Warga Kalteng Menganggur, Wilayah Luas Jadi Tantangan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 12 Agu 2026 21:10 WIB
Ilustrasi pengangguran atau pencari kerja
Ilustrasi pencari kerja. Foto: Getty Images/fizkes
Palangka Raya -

Puluhan ribu warga Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat masuk kategori pengangguran pada 2025. Salah satu kelompok pengangguran terbesar yakni fresh graduate. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng mengungkap sejumlah tantangan bagi calon pekerja, salah satunya wilayah Kalteng yang luas.

Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS), pengangguran di Kalteng pada 2025 mencapai 58.612 orang. Kadisnakertrans Kalteng Farid Wajdi mengatakan kelulusan dari sekolah maupun perguruan tinggi tidak selalu langsung diikuti dengan terserapnya seseorang ke dunia kerja.

"Data BPS sebanyak 58.612 orang di Kalteng masuk dalam kategori pengangguran pada 2025. Fresh graduate, karena begitu lulus kan belum tentu langsung bekerja. Misalnya ada seribu orang yang diwisuda, mungkin yang sudah memiliki pekerjaan hanya sekitar seratus orang. Sisanya masih mencari pekerjaan selama satu, dua, bahkan tiga bulan," ujar Farid, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, seseorang yang telah lulus tetapi masih aktif mencari pekerjaan tetap tercatat sebagai pengangguran dalam indikator ketenagakerjaan. Jumlah pengangguran tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi daerah dengan jumlah pengangguran tertinggi, yakni mencapai 10.114 orang.

Kemudian disusul Kota Palangka Raya sebanyak 8.175 orang, Kabupaten Kapuas 7.986 orang, Kotawaringin Barat 6.546 orang, Barito Utara 4.211 orang, Katingan 4.035 orang, Seruyan 3.180 orang, dan Barito Selatan 2.972 orang.

Selanjutnya di Kabupaten Gunung Mas tercatat 2.461 orang, Barito Timur 2.267 orang, Pulang Pisau 1.757 orang, Lamandau 1.771 orang, Sukamara 1.638 orang, sedangkan Murung Raya menjadi daerah dengan jumlah pengangguran paling rendah, yakni 1.499 orang.

Farid menyebut mayoritas pengangguran berada pada kelompok usia produktif. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan di Kalteng sangat terbatas.

"Sebagian besar sebenarnya sudah terserap di lapangan kerja. Tingkat pengangguran kita relatif kecil karena masih di bawah empat persen," katanya.

Tantangan lainnya yakni ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan. Farid mengatakan, tidak sedikit lowongan pekerjaan yang tersedia tetapi tidak diambil karena berbagai alasan. Salah satunya lokasi pekerjaan yang dianggap terlalu jauh.

Kondisi geografis Kalteng yang memiliki wilayah sangat luas juga menjadi tantangan tersendiri. Untuk diketahui, Kalteng memiliki luas hingga 153.564 km2, lebih luas dari Pulau Jawa. Selain itu, terdapat pula lowongan yang persyaratannya tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan maupun keterampilan pencari kerja.

"Ada lowongan, tetapi tidak diminati karena lokasinya jauh. Ada juga lowongan yang tersedia tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau kompetensi pencari kerja. Jarak antara pencari kerja dan lokasi perusahaan terkadang membuat proses perekrutan tenaga kerja tidak berjalan optimal," katanya.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads