Rangda Kobar Disiapkan Jadi Percontohan Desa Transmigrasi Nasional

Kalimantan Tengah

Rangda Kobar Disiapkan Jadi Percontohan Desa Transmigrasi Nasional

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 02 Agu 2026 14:29 WIB
Desa Rangda, Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. (dok Disnakertrans Kobar)
Foto: Desa Rangda, Arut Selatan, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. (dok Disnakertrans Kobar)
Kotawaringin Barat -

Desa Rangda, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, tengah diproyeksikan memiliki peran lebih besar dari sekadar kawasan transmigrasi. Wilayah tersebut disiapkan menjadi salah satu proyek percontohan pengembangan kawasan transmigrasi tingkat nasional,

Targetnya bakal dijadikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Konsep yang dibangun pemerintah kini tidak lagi menempatkan transmigrasi sebatas program perpindahan penduduk.

Paradigmanya bergeser ke pembangunan kawasan yang memiliki daya saing dan mampu menjadi magnet bagi masyarakat, pelaku usaha maupun investor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kobar, Yudhi Hudaya, mengatakan pengembangan kawasan transmigrasi di Kobar diarahkan agar memiliki fondasi ekonomi yang kuat serta dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Yang dahulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk ke luar pulau, kini paradigmanya berubah menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut agar menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, masuknya investasi, serta mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Yudhi, Minggu (2/8/2026).

Salah satu pendekatan yang diterapkan di Desa Rangda adalah pola pugar. Konsep ini mempertemukan masyarakat lokal dan pendatang dalam satu kawasan untuk membangun kolaborasi sekaligus mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki daerah.

"Pembangunan kawasan juga akan dibarengi dengan penguatan akses dan infrastruktur. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu potensi utama yang diharapkan mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.

Namun, pembangunan transmigrasi modern tidak berhenti pada pembangunan jalan, lahan maupun permukiman.

Pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui dukungan lahan, perumahan dan pelatihan keterampilan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang produktif dan secara bertahap mampu membangun kemandirian ekonomi.

Yudhi menyebut Desa Rangda diharapkan dapat menjadi tempat pembelajaran sekaligus contoh bagi pengembangan kawasan transmigrasi di daerah lain.

"Berbagai temuan dan rekomendasi dari proses pembangunan di lapangan nantinya dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk menentukan pola pengembangan kawasan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah," katanya.

Menurutnya, pembangunan kawasan tidak bisa dilakukan dengan pendekatan seragam. Kondisi riil di lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan.

"Karena itu, pendekatan berbasis riset dengan melibatkan akademisi dinilai penting agar kebijakan yang dihasilkan tidak hanya berangkat dari asumsi, tetapi benar-benar berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Generasi muda dan mahasiswa pun diharapkan ikut mengambil bagian. Mereka dinilai dapat memberikan gagasan baru sekaligus solusi inovatif untuk mengoptimalkan potensi kawasan transmigrasi di Kobar.

"Kita ingin membangun kawasan transmigrasi yang menjadi magnet baru bagi investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di situlah kontribusi para mahasiswa menjadi sangat penting, karena rekomendasi yang mereka hasilkan akan lahir dari kondisi nyata di lapangan," kata Yudhi.

Jika konsep tersebut berjalan sesuai harapan, Desa Rangda tidak hanya akan dikenal sebagai kawasan transmigrasi. Lebih jauh, desa tersebut diharapkan tumbuh sebagai simpul ekonomi baru di Kobar.

Keberhasilan pengembangan Rangda nantinya juga diharapkan dapat menjadi rujukan nasional dalam membangun wajah baru transmigrasi yang bukan sekadar memindahkan penduduk. Namun juga bisa menjadi membangun kawasan yang mampu menarik penduduk, investasi, dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads