Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Pemkot Ungkap 2 Biang Kerok

Kalimantan Tengah

Antrean BBM Mengular di Palangka Raya, Pemkot Ungkap 2 Biang Kerok

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Sabtu, 08 Agu 2026 09:00 WIB
Ilustrasi Pengisian Bensin di SPBU Pertamina
Ilustrasi SPBU. Foto: Pertamina
Palangka Raya -

Selain di Kotawaringin Barat, antrean panjang kendaraan juga kembali terlihat di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir. Barisan kendaraan bahkan mengular hingga ke badan jalan dan memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Salah satu dugaan yang mencuat adalah pemadaman listrik yang belakangan terjadi di Palangka Raya ikut menghambat pelayanan pengisian BBM di SPBU. Pemerintah Kota Palangka Raya tidak sepenuhnya membantah kemungkinan tersebut.

Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) mengakui gangguan listrik memang dapat berdampak terhadap operasional SPBU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, mengatakan mesin dan sistem pelayanan di SPBU membutuhkan pasokan listrik. Ketika listrik padam, pelayanan dapat terganggu, terutama apabila SPBU tidak memiliki genset dengan kapasitas yang mencukupi.

"Mungkin ada juga benarnya, karena kalau mati listrik operasional SPBU pun akan terganggu. Apalagi kalau mereka tidak menyediakan genset dengan kapasitas yang cukup, sehingga mereka memilih untuk istirahat," ujar Fajar, Jumat (7/8/2026).

Namun, pemerintah daerah menyebut pemadaman listrik bukan faktor utama di balik antrean panjang tersebut. Berdasarkan pemantauan DPKUKMP, persoalan yang paling berpengaruh adalah keterlambatan distribusi BBM menuju Palangka Raya.

Keterlambatan pasokan membuat stok BBM di sejumlah SPBU menjadi terbatas. Kondisi itu kemudian mendorong masyarakat mengantre lebih panjang karena khawatir kehabisan bahan bakar.

"Menurut asumsi dan prediksi kami, antrean biasanya terjadi karena adanya kendala keterlambatan suplai distribusi BBM ke Kota Palangka Raya," katanya.

Kabar baiknya, pemerintah memperoleh informasi bahwa distribusi BBM dalam beberapa hari ke depan diperkirakan kembali normal. Untuk memastikan kondisi tersebut, DPKUKMP bersama tim turun langsung memantau sejumlah SPBU.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pemantauan antara lain SPBU di Jalan Yos Sudarso, Jalan Soekarno, dan Jalan Seth Adji. Tak hanya itu, personel Satpol PP juga dilibatkan untuk melakukan pengawasan di sejumlah SPBU dalam wilayah kota.

Fajar mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan sekaligus mengantisipasi kemungkinan meluasnya gangguan pelayanan.

"Kita memantau dan melihat keadaan sehingga atas petunjuk dan arahan pimpinan kita lakukan pengawasan dan pemantauan hari ini," jelasnya.

Di tengah antrean BBM yang masih terjadi, kesiapan SPBU menghadapi gangguan listrik juga menjadi perhatian pemerintah. Ketersediaan genset dengan kapasitas memadai dinilai penting agar pelayanan tetap berjalan ketika terjadi pemadaman. Dengan demikian, gangguan listrik tidak semakin memperparah antrean yang sudah terjadi akibat keterlambatan pasokan BBM.

"Pemerintah berharap distribusi BBM segera kembali lancar sehingga stok di SPBU kembali normal dan antrean kendaraan berangsur terurai," pungkasnya.

Masyarakat pun diharapkan tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan selama pasokan mulai kembali stabil. Jika distribusi BBM kembali normal dan SPBU memiliki dukungan listrik cadangan yang memadai, pelayanan pengisian bahan bakar di Palangka Raya diharapkan dapat kembali berjalan seperti biasa.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mendikdasmen Apresiasi Digitalisasi Pembelajaran di SMK 3 Palangkaraya"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads