Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Pangkalan Bun masih menjadi masalah warga Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Namun, di tengah penantian panjang para pengendara mendapatkan BBM subsidi, ada peluang rezeki yang justru terbuka bagi pedagang kecil.
Salah satunya Aman Kadir, penjual pentol bakso yang memilih mangkal di sekitar antrean kendaraan. Bukannya berkeliling seperti biasanya, Aman justru mendatangi titik yang dipenuhi pengendara yang sedang menunggu giliran mengisi BBM.
Pentol lengkap dengan es teh menjadi andalannya. Satu per satu pengendara yang terlihat bosan mengantre dia tawari makanan dan minuman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Aman, antrean panjang bukan sekadar kemacetan atau kesulitan mendapatkan BBM. Kondisi tersebut justru menjadi lokasi jualan yang cukup menjanjikan.
"Daripada muter jajakan pentol bakso dan es teh, ngabisin minyak, mending mangkal di sela-sela antrean BBM. Lumayan laku keras," kata Aman, Jumat (7/8/2026).
Strategi sederhana itu ternyata membuahkan hasil. Aman mengaku pendapatannya meningkat dibandingkan saat harus berkeliling mencari pembeli.
"Biasanya kalau keliling sehari cuma dapatnya Rp 300 ribu. Alhamdulillah mungkin ini rezeki orang kecil, bisa sampai Rp 900 ribu," ujarnya.
Panjangnya waktu tunggu menjadi keuntungan tersendiri. Pengendara yang harus menghabiskan waktu hingga dua bahkan tiga jam di antrean memiliki kesempatan untuk membeli makanan tanpa harus meninggalkan kendaraannya terlalu jauh.
Bagi sebagian pengendara, kehadiran Aman bahkan menjadi penyelamat rasa lapar dan haus selama menunggu.
"Lumayan, ngantre bisa sampai dua jam. Jadi sambil menunggu bisa makan pentol dan minum es teh," kata Roni Hariawan, salah seorang warga yang tengah mengantre BBM.
Menurut Roni, waktu tunggu yang panjang membuat pedagang makanan di sekitar antrean cukup membantu. Pengendara tidak perlu repot mencari makanan ketika kendaraan hanya bisa bergerak perlahan mengikuti antrean.
"Perut lapar dan haus, beli pentol sambil minum es teh. Apalagi waktu menunggu antrean yang panjang cukup lama, bisa sampai dua jam," katanya.
Pemandangan pedagang pentol yang menyusuri barisan kendaraan pun menjadi cerita tersendiri di tengah kelangkaan BBM. Ketika kendaraan bergerak beberapa meter demi beberapa meter, Aman justru sibuk menawarkan dagangannya.
Ada sisi lain dari panjangnya antrean BBM tersebut. Bagi pengendara, antrean menjadi persoalan yang menguras waktu dan tenaga.
Namun bagi pelaku usaha kecil seperti Aman, kondisi itu menjadi peluang untuk mendapatkan penghasilan lebih besar. Meski demikian, Aman berharap situasi distribusi BBM segera kembali normal sehingga antrean panjang tidak lagi terjadi.
"Selama kondisi tersebut masih berlangsung, saya memilih tetap berjualan di sekitar lokasi dengan tetap memperhatikan keselamatan dan tidak mengganggu pergerakan kendaraan," pungkasnya.
Simak Video "Memasak Kuliner Tradisional Khas Palangkaraya Bersama Keturunan Dayak"
[Gambas:Video 20detik] (bai/bai)
