Pertamina Ultimatum SPBU Nakal Mainkan Barcode Terancam Tutup Permanen

Pertamina Ultimatum SPBU Nakal Mainkan Barcode Terancam Tutup Permanen

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 30 Jul 2026 18:16 WIB
Sales Branch Manager II Fuel Kalteng PT Pertamina Patra Niaga Lucky Haryanto saat rapat di Pemkab Kobar.
Foto: Sales Branch Manager II Fuel Kalteng PT Pertamina Patra Niaga Lucky Haryanto saat rapat di Pemkab Kobar (Sigit Pamungkas/detikKalimantan)
Palangka Raya -

PT Pertamina Patra Niaga melayangkan peringatan keras kepada seluruh pengelola SPBU di Kalimantan Tengah agar tidak menyalahgunakan barcode maupun melanggar prosedur dalam penyaluran BBM bersubsidi. SPBU yang terbukti melanggar akan dikenai sanksi bertahap hingga pencabutan izin operasional.

Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga Lucky Haryanto menegaskan perusahaan akan bertindak tegas terhadap setiap pelanggaran yang terbukti terjadi di lapangan.

"Apabila ada kejadian dan terbukti, yang pertama kami berikan surat peringatan. Kalau masih mengulangi pelanggaran, kami cabut izinnya dan SPBU tersebut akan kami tutup," tegas Lucky, Kamis (30/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan barcode BBM bersubsidi yang disebut-sebut menjadi salah satu pemicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU.

Lucky memastikan Pertamina tidak akan membiarkan persoalan itu berlarut. Pengawasan terhadap SPBU maupun operator akan diperketat agar seluruh proses penyaluran BBM berlangsung sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Menurutnya, sebagai penyalur energi kepada masyarakat, Pertamina memiliki tanggung jawab menjaga agar distribusi BBM bersubsidi berjalan tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang melanggar aturan.

"Kami memastikan stok BBM di SPBU selalu aman sesuai kebutuhan masyarakat. Monitoring dan pengawasan akan semakin sering dilakukan, baik kepada SPBU maupun operator di lapangan agar mereka menjalankan SOP yang sudah ditentukan," ujarnya.

Selain meningkatkan pengawasan, Pertamina juga terus melakukan evaluasi terhadap distribusi BBM di berbagai daerah yang mengalami antrean panjang.

"Koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait juga terus dilakukan untuk mencari solusi yang efektif," katanya.

Lucky berharap pemerintah daerah bersama tim satuan tugas dapat ikut memperkuat pengawasan sehingga distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan keluhan masyarakat dapat diminimalkan.

"Yang jelas Pertamina tidak akan tutup mata. Kami terus berupaya mencari solusi bersama agar penyaluran BBM berjalan tertib dan sesuai aturan," katanya.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak panik terhadap ketersediaan BBM. Pertamina memastikan stok tetap mencukupi dan distribusi kepada SPBU berjalan sesuai kebutuhan.

Dengan ancaman pencabutan izin hingga penutupan operasional bagi SPBU yang membandel, Pertamina berharap seluruh pengelola mematuhi aturan yang berlaku.

"Langkah ini diharapkan mampu menekan praktik penyalahgunaan barcode sekaligus mengurangi antrean panjang yang selama ini menjadi keluhan masyarakat," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads