Panen Raya, Bulog Kalteng Sudah Serap 17.793 Ton Gabah

Panen Raya, Bulog Kalteng Sudah Serap 17.793 Ton Gabah

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 22 Jul 2026 07:00 WIB
Panen raya di Kapuas
Panen raya di Kapuas/Foto: Istimewa
Palangka Raya -

Musim panen raya yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dimanfaatkan Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah untuk mempercepat penyerapan gabah petani. Langkah ini dilakukan guna memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Hingga 19 Juli 2026, Bulog Kalteng telah menyerap sebanyak 17.793 ton gabah atau setara dengan 9.161 ton beras. Realisasi tersebut telah mencapai sekitar 58 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 30.420 ton gabah atau setara 15.805 ton beras.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan musim panen yang mulai merata di berbagai daerah menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan penyerapan hasil produksi petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini sebagian wilayah di Kalimantan Tengah mulai memasuki musim panen. Momentum ini akan kami manfaatkan untuk terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani sesuai ketentuan pemerintah," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Menurut Erwin, penyerapan gabah tidak hanya berorientasi pada pencapaian target pengadaan, tetapi juga menjadi strategi menjaga harga gabah tetap stabil di tingkat petani. Dengan adanya kepastian pembelian hasil panen, petani diharapkan memperoleh nilai jual yang layak sekaligus memiliki kepastian pasar.

Di sisi lain, optimalisasi pengadaan gabah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat stok beras pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di masyarakat, sehingga kebutuhan pangan tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Bulog Kalteng pun memastikan akan terus memanfaatkan puncak musim panen di berbagai daerah untuk memaksimalkan penyerapan gabah hingga target pengadaan tahun 2026 dapat tercapai.

Data dari Pemprov Kalteng, Kabupaten Kapuas menjadi daerah dengan panen raya padi terbesar di Kalimantan Tengah pada musim tanam 2026. Total luas panen di empat kecamatan mencapai 25.817 hektare dan menjadi tumpuan penguatan ketahanan pangan di provinsi tersebut.

Panen tersebar di Kecamatan Bataguh seluas 8.643 hektare, Kapuas Kuala 8.674 hektare, Kapuas Timur 4.472 hektare, serta Tamban Catur 4.027 hektare. Panen raya dipusatkan di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, pada 8 Juli 2026.

Produktivitas padi di kawasan tersebut rata-rata mencapai sekitar 6 ton gabah per hektare berdasarkan hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan potensi produksi yang besar, Kapuas menjadi salah satu lumbung padi utama di Kalimantan Tengah.

Momentum panen raya ini juga dimanfaatkan Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah untuk memperkuat cadangan pangan daerah. Hingga 19 Juli 2026, Bulog telah menyerap 17.793 ton gabah atau setara 9.161 ton beras, atau sekitar 58 persen dari target pengadaan tahun ini yang mencapai 30.420 ton gabah.

Sementara itu, khusus dari Kabupaten Kapuas, Bulog telah menyerap sekitar 3.803 ton gabah atau setara 1.945 ton beras. Penyerapan tersebut diharapkan mampu menjaga harga gabah tetap stabil di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat.

Selain Kapuas, sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Tengah juga mulai memasuki musim panen. Namun, hingga saat ini belum terdapat data resmi yang merinci luas panen masing-masing daerah sebagaimana yang telah dipublikasikan untuk Kabupaten Kapuas.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads