Kalimantan Tengah

Harga LPG Eceran di Kobar Tembus Rp 45 Ribu, Warga Pangkas Belanja Dapur

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 24 Jul 2026 08:30 WIB
LPG 3 kg. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Harga LPG atau elpiji subsidi 3 kilogram melambung di tingkat pengecer di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Kondisi ini membuat banyak keluarga harus memutar otak mengatur pengeluaran.

Di sejumlah wilayah, harga gas melon bahkan mencapai Rp 45 ribu per tabung, jauh di atas harga di pangkalan resmi. Hal tersebut dikeluhkan terutama oleh ibu rumah tangga yang bergantung pada LPG subsidi untuk kebutuhan memasak sehari-hari hingga terpaksa membeli di pengecer yang jauh lebih mahal.

Keterbatasan stok di pangkalan membuat sebagian warga tidak memiliki pilihan selain membeli di pengecer dengan harga yang jauh lebih mahal.

"Kalau di eceran bisa sampai Rp45 ribu. Mau tidak mau kami beli karena gas merupakan kebutuhan sehari-hari untuk memasak. Harapannya stok di pangkalan selalu tersedia sehingga kami bisa membeli dengan harga yang lebih murah," ujar Sera, warga Jalan Ahmad Yani, Jumat (24/7/2026).

Keluhan serupa disampaikan Nita. Menurutnya, mahalnya harga LPG memaksanya mengurangi anggaran untuk kebutuhan rumah tangga lainnya agar keuangan keluarga tetap seimbang.

"Terpaksa harus diakali supaya kebutuhan dapur tetap tercukupi. Biasanya beli telur satu tabak, sekarang hanya mampu beli eceran beberapa butir," katanya.

Di tengah tingginya harga elpiji di pasaran, warga mengaku sangat terbantu dengan adanya penjualan elpiji bersubsidi melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli tabung elpiji 3 kilogram seharga Rp 22 ribu sesuai harga yang berlaku di pangkalan resmi. Nita mengatakan operasi pasar seperti itu diharapkan lebih sering digelar karena mampu meringankan beban masyarakat.

"Dengan harga Rp 22 ribu sangat membantu. Kami berharap stok di pangkalan tetap aman dan operasi pasar bisa rutin dilakukan agar masyarakat tidak lagi membeli gas dengan harga yang terlalu mahal," ungkapnya.

Warga berharap distribusi elpiji subsidi ke pangkalan resmi dapat berjalan lancar sehingga ketersediaan stok tetap terjaga. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi bergantung pada pengecer yang menjual elpiji dengan harga jauh lebih tinggi dari ketentuan.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kobar, Moh Suhendra, mengatakan harga gas LPG 3 kilogram yang melambung tinggi lantaran sulitnya memutus mata rantai yang panjang terutama biaya pengangkutan.

"Kalau HET nya itu Rp22 ribu sesuai harga yang berlaku di pangkalan resmi. Namun kan pangkalan resmi ini diambil lagi oleh agen, pengecer, ke warung warung. Akhirnya harga jadi melambung. Inilah yang menjadi PR kami," ujarnya, Jumat (24/6/2026).



Simak Video "Video Bahlil Pastikan Cadangan BBM RI Aman"

(des/des)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork