Bulan Depan Harga Solar Subsidi di Malaysia Bakal Turun Jadi Rp 9.061

Internasional

Bulan Depan Harga Solar Subsidi di Malaysia Bakal Turun Jadi Rp 9.061

Ilyas Fadilah - detikKalimantan
Selasa, 23 Jun 2026 21:01 WIB
KUALA LUMPUR, KL, MALAYSIA - 2019/03/13: Petronas oil and gas company logo seen at Kuala Lumpur.

National Petroleum Limited or known as Petronas is a Malaysian oil and gas company founded on 17 August 1974 and its owned by the Malaysia government. (Photo by Faris Hadziq/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)
Ilustrasi Petronas. Foto: Faris Hadziq/SOPA Images/LightRocket via Getty Images
Balikpapan -

Pemerintah Malaysia berencana menurunkan harga solar bersubsidi. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan solar bersubsidi di negaranya akan turun menjadi RM2,10 atau sekitar Rp9.061 per liter. Harga baru ini direncanakan berlaku mulai Juli 2026.

Dilansir detikFinance, harga solar tanpa subsidi di Malaysia sempat menembus harga RM6 atau Rp25.890 per liter pada April lalu. Harga tersebut kemudian mengalami penyesuaian sehingga turun menjadi RM4,37 atau setara Rp18.856 per liter.

Rencana turunnya harga solar subsidi ini berkaitan dengan reformasi program subsidi solar tepat sasaran di Malaysia. Program ini akan berjalan seiring dengan program Budi RON95 yang menggunakan verifikasi MyKad, kartu identitas resmi warga negara Malaysia yang digunakan untuk berbagai keperluan administrasi dan layanan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Menteri Keuangan II Malaysia Amir Hamzah Azizan akan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut. Anwar Ibrahim mengatakan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran juga menjadi salah satu faktor yang membantu menurunkan harga solar.

"Saya mengumumkan subsidi solar bersasar bukan berupa kenaikan, tetapi penurunan harga, meskipun situasi masih tidak menentu," ujar Anwar, dikutip dari The Star, Selasa (23/6/2026).

Anwar mengaku mendapat informasi dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang terlibat dalam proses negosiasi bahwa krisis di kawasan Asia Barat diyakini dapat mereda.

"Hal itu akan membantu kami dari sisi harga solar," ujarnya.

Penerapan subsidi solar bersasar di Semenanjung Malaysia ini dilakukan lebih lambat dibandingkan Sabah dan Sarawak dengan mempertimbangkan tingginya konsumsi solar di kedua wilayah tersebut. Selain Brunei, harga bensin RON95 di Malaysia masih menjadi salah satu yang paling rendah di dunia, bahkan lebih rendah dibandingkan sejumlah negara penghasil minyak seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Baca selengkapnya di sini.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads