Purbaya Bingung Dolar AS Rp 17.800, Padahal Ekonomi RI Bagus

Purbaya Bingung Dolar AS Rp 17.800, Padahal Ekonomi RI Bagus

Retno Ayuningrum - detikKalimantan
Rabu, 27 Mei 2026 14:14 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara mengenai nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menurun. Kini rupiah menyentuh level 17.795 per dolar AS atau nyaris Rp 17.800.

Dilansir detikFinance, Purbaya berpendapat sebenarnya fundamental ekonomi Indonesia sedang bagus. Sehingga, anjloknya nilai tukar rupiah ini dirasa tidak masuk akal.

"Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental," kata Purbaya saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tren pelemahan rupiah terus terjadi, Purbaya mengaku tidak akan menguji ketahanan (stress test) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya menyatakan pihaknya sudah menghitung ketahanan ketika harga minyak dunia menyentuh USD 100.

"Nggak (ada stress test), kita udah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi nggak ada masalah saya nggak harus hitung ulang APBN-nya," terang Purbaya.

Ia menambahkan, imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan kendati rupiah melemah. Menurutnya, hal ini tak lepas dari upaya intervensi pemerintah di pasar Surat Berharga Negara (SBN) treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.

"Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali," jelasnya.

Purbaya mengatakan selama pasar obligasi terkendali, aliran modal asing akan masuk. Purbaya memastikan pemerintah akan melakukan upaya lebih lanjut untuk menjaga nilai tukar rupiah.

"Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan," jelasnya.

Baca artikel selengkapnya di sini.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads