Penetrasi Internet di Kalimantan Tertinggi Kedua se-Indonesia, tapi...

Penetrasi Internet di Kalimantan Tertinggi Kedua se-Indonesia, tapi...

Agus Tri Haryanto - detikKalimantan
Jumat, 22 Mei 2026 17:00 WIB
Ilustrasi akses internet
Ilustrasi internet. Foto: Shutterstock
Balikpapan -

Survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan pertumbuhan angka pengguna internet di Indonesia. Pertumbuhan paling pesat terjadi di dua wilayah, Jawa dan Kalimantan.

Berdasarkan survei APJII yang dikutip detikInet, jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2026 tumbuh sekitar 1,06% dibandingkan tahun lalu. Persentase ini setara dengan kurang lebih 6 juta pengguna baru.

Jumlah masyarakat yang telah terkoneksi internet mencapai 235.261.078 juta jiwa dari total populasi 287.886.782 jiwa. Secara keseluruhan, tingkat penetrasi internet nasional pada 2026 mencapai 81,72%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tingkat penetrasi internet di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Berikut rinciannya.

  • 2022: 77%
  • 2023: 78,2%
  • 2024: 79,5%
  • 2025: 80,7%
  • 2026: 81,72%

Kemudian dilihat dari wilayah, tingkat penetrasi internet di Kalimantan paling tinggi kedua setelah Jawa. Tingkat penetrasi internetnya sebesar 80,40%. Namun, untuk kontribusi jumlah penggunanya hanya tercatat sebesar 6,20%. Kontribusi ini dilihat dari jumlah pengguna internet di Kalimantan dari total pengguna internet nasional.

Berikut rincian tingkat penetrasi internet di berbagai daerah di Indonesia.

  • Jawa: Tingkat penetrasi 85,96% dengan kontribusi 58,24%
  • Kalimantan: Tingkat penetrasi 80,40% dengan kontribusi 6,20%
  • Sumatera: Tingkat penetrasi 78,24% dengan kontribusi 20,74%
  • Bali dan Nusra: Tingkat penetrasi 78,14% dengan kontribusi 5,26%
  • Sulawesi: Tingkat penetrasi 72,58% dengan kontribusi 6,62%
  • Maluku dan Papua: Tingkat penetrasi 69,74% dengan kontribusi 2,94%

Di sisi lain, APJII mencatat masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang belum terkoneksi internet. Sebanyak 34% responden menyebut tidak memiliki komputer atau gadget yang dapat terhubung ke internet.

Survei APJII ini mengungkap pula alasan masyarakat Indonesia dalam menggunakan internet. Responden paling banyak mengaku menggunakan internet untuk kebutuhan berkomunikasi dan jejaring sosial. Berikut rinciannya.

  • Kebutuhan komunikasi dan jejaring sosial 19,9%
  • Untuk hiburan digital 19,7%
  • Mencari informasi dan berita 19,6%
  • Transaksi e-commerce dan jasa 18,7%
  • Kebutuhan pendidikan dan pekerjaan 10,9%
  • Untuk layanan keuangan 5,8%
  • Mengakses layanan publik dan pemerintahan 4,5%
  • Alasan lainnya 0,9%

Survei pengguna internet Indonesia 2026 ini dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan melibatkan 8.700 responden yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi. Survei berlangsung selama periode 1 Februari - 15 Maret 2026 dengan target responden warga negara Indonesia usia 13 tahun ke atas. APJII menyebut survei ini memiliki margin of error sebesar 1,1%.

Baca selengkapnya di sini.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads