Proyek Trans Borneo Dibahas di KTT ASEAN, Prabowo Dorong Langkah Konkret

Internasional

Proyek Trans Borneo Dibahas di KTT ASEAN, Prabowo Dorong Langkah Konkret

Heri Purnomo - detikKalimantan
Jumat, 08 Mei 2026 17:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).
Presiden Prabowo Subianto di KTT ASEAN. Foto: Foto: Tim Media Presiden
Balikpapan -

Presiden Prabowo Subianto membahas mengenai proyek jaringan listrik Trans Borneo Power Grid dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Ia berharap agar distribusi energi di Kalimantan yang ditempati 3 negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam ini dapat berjalan lebih efisien.

Dilansir detikFinance, Prabowo membawakan pidato saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA), yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina pada Kamis (7/5). Dalam kesempatan itu, Prabowo membahas perlu adanya dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan para negara yang menjadi mitra pembangunan regional.

"Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita," kata Prabowo dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo juga menyoroti pentingnya mengembangkan energi baru terbarukan. Menurutnya, kawasan Borneo memiliki potensi besar, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Dalam kesempatan ini, Prabowo mempertanyakan kesiapan negara-negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN.

"Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN," katanya.

Lebih lanjut, Prabowo mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan Asia Tenggara. Ia menyoroti beberapa langkah yang sudah dilakukan, antara lain pengembangan tenaga air di Kalimantan, perluasan proyek energi surya di Palawan, dan pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

Prabowo turut menyebutkan sejumlah langkah yang tengah dijalankan Indonesia dalam mempercepat pengembangan energi surya tersebut.

"Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar," tutupnya.

Baca selengkapnya di detikFinance.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads