Jejak Kereta Api Milik Belanda di Balikpapan

Kalimantan Flashback

Jejak Kereta Api Milik Belanda di Balikpapan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 30 Apr 2026 18:00 WIB
Para pekerja yang menggunakan kereta api milik Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Balikpapan.
Para pekerja yang menggunakan kereta api milik Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Balikpapan. Foto: Dok. Indonesian Railway Preservation Society
Balikpapan -

Sudah lama terendus kabar akan adanya pembangunan proyek kereta api di Kalimantan. Namun hingga hari ini, belum terlihat realisasi jaringan tersebut di lapangan. Baru-baru ini juga pemerintah sedang mengupayakan pengembangan kereta api di Kalimantan, sesuai dengan visi besar Prabowo.

"Ini adalah visi besar Bapak Presiden. Kita ingin memastikan Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh. Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing ekonomi antarwilayah," kata Agus Harimurti Yudhoyono dalam konferensi pers di stasiun Tanah Abang pada Rabu (22/04/2026).

Walaupun begitu, masih banyak yang belum tahu kalau di Kalimantan dulunya juga punya kereta api sendiri, lho. Jejak tersebut dapat ditelusuri di Balikpapan, kota yang terkenal sebagai pusat industri minyak. Pada masa Hindia Belanda, kota ini menjadi salah satu titik eksploitasi sumber daya alam yang menggunakan sistem transportasi kereta api untuk keperluan logistiknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal Mula Kereta Api di Balikpapan

Dilansir dari Inonedian Railway Preservation Society, kisah ini bermula ketika perusahaan minyak Royal Dutch Shell mendirikan anak perusahaan bernama Bataafsche Petroleum Maatschappij atau BPM. Perusahaan ini mengelola eksplorasi dan produksi minyak di Balikpapan pada awal abad ke-20.

Untuk mendukung operasional industri minyak yang masif, BPM membangun jalur kereta api khusus. Jalur ini bukan untuk transportasi umum, tapi lebih untuk kebutuhan industri yang akan menghubungkan area pabrik dengan pelabuhan.

Minyak hasil produksi dikemas dalam drum-drum besar, kemudian diangkut menggunakan gerbong datar.

Drum tersebut bisa disusun dalam posisi berdiri maupun ditidurkan hingga bertingkat. Sistem seperti ini bisa mengangkut minyak dalam jumlah besar sekaligus dengan efisien.

Bukan cuma mengangkut barang dan hasil produksi, kereta ini juga digunakan untuk mengangkut pekerja hingga para petinggi perusahaan.

Kegiatan ini mirip dengan sistem perkeretaapian di pabrik gula di Pulau Jawa pada masa itu, di mana kereta digunakan untuk mobilitas operasional sekaligus transportasi para pekerja.

Para pekerja yang menggunakan kereta api milik Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Balikpapan.Para pekerja yang menggunakan kereta api milik Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Balikpapan. Foto: Dok. Indonesian Railway Preservation Society

Sistem Rel dan Teknologi yang Digunakan

Jaringan kereta api di Balikpapan itu tercatat menggunakan lebar rel 1000 mm atau dikenal sebagai metre gauge. Menariknya, lebar rel ini sama dengan yang digunakan oleh Sabah State Railway di Malaysia hingga saat ini.

Namun, secara sistem, jaringan ini dikategorikan sebagai sistem Decauville, yaitu sistem perkeretaapian ringan yang dikembangkan oleh Paul Decauville. Sistem ini memang dirancang khusus untuk kebutuhan industri seperti pertambangan, perkebunan, dan pabrik, karena fleksibel dan relatif mudah dipasang.

Karena itu, jalur kereta di Balikpapan tidak termasuk jaringan kereta api umum, melainkan bagian dari infrastruktur industri dengan izin khusus dari pemerintah kolonial Belanda.

Lokomotif dari Eropa

Kereta BPM menggunakan dua jenis lokomotif, yaitu lokomotif uap dan diesel. Lokomotif uap didatangkan dari Henschel und Sohn di Jerman yang pada masa itu dikenal sebagai salah satu produsen lokomotif terbesar di Eropa.

Sementara lokomotif diesel berasal dari Deutz AG. Proses pengiriman lokomotif ini cukup panjang, dari Jerman, dibawa ke Belanda terlebih dahulu, kemudian dikirim melalui pelabuhan di Amsterdam menuju Hindia Belanda.

Lokomotif BPM yang didatangkan dari Eropa.Lokomotif BPM yang didatangkan dari Eropa. Foto: Dok. Indonesian Railway Preservation Society

Hilangnya Jejak Rel Kereta

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, keberadaan jalur kereta api ini perlahan menghilang. Faktor utama yang menyebabkan hilangnya jaringan ini adalah dampak Perang Dunia II serta perubahan sistem transportasi yang lebih modern, seperti penggunaan truk dan pipa distribusi minyak.

Saat ini, hampir tidak ada lagi sisa fisik dari jalur kereta tersebut di Balikpapan. Yang tersisa hanyalah dokumentasi, foto, dan catatan sejarah yang membuktikan bahwa Kota Minyak pernah memiliki sistem perkeretaapian.

Meski begitu, kawasan operasional BPM masih tetap eksis hingga sekarang dan dikelola oleh Pertamina sebagai bagian dari industri energi nasional.

Kereta api milik Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Balikpapan.Kereta api milik Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Balikpapan. Foto: Dok. Indonesian Railway Preservation Society

Demikian jejak sejarah keberadaan kereta api di Balikpapan. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda, detikers.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Gubernur Kaltim Didemo, Golkar Ingatkan Kadernya Peka"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads