DPRD Tarakan Usul Jukir Difasilitasi QRIS untuk Bayar Parkir

DPRD Tarakan Usul Jukir Difasilitasi QRIS untuk Bayar Parkir

Oktavian Balang - detikKalimantan
Kamis, 05 Mar 2026 10:58 WIB
Ilustrasi Qris
Ilustrasi Qris. Foto: Shutterstock
Tarakan -

Komisi III DPRD Kota Tarakan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengevaluasi kinerja pihak ketiga pengelola parkir tepi jalan, PT Urban Park Nusantara Jaya. Respons positif dan usulan pun disampaikan, salah satunya juru parkir (jukir) difasilitasi QRIS.

Usulan ini datang melihat adanya peningkatan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) usai titik parkir di Tarakan dikelola pihak swasta. Disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian, setoran parkir saat dikelola oleh perusahaan umum daerah (Perumda) dirasa kurang maksimal.

"Biasanya kalau dari Perumda pada saat itu kalkulasi per bulannya mungkin sekitar Rp 75 juta. Tapi setelah dikelola oleh pihak ketiga ini, di bulan Januari dan Februari tadi sekitar Rp 102 juta. Itu sudah ada peningkatan, prestasi lah untuk pengelolaan parkir," ujar Randy kepada awak media usai rapat evaluasi, Kamis (5/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Randy menjelaskan, kenaikan setoran tersebut berhasil dicapai karena pengelola dinilai mampu menutup celah kecurangan di lapangan. Beberapa inovasi dan sistem pengawasan baru mulai diterapkan, di antaranya pemberlakuan karcis berwarna.

"Warna karcis parkir diubah setiap bulannya untuk mencegah penggunaan karcis daur ulang atau kedaluwarsa oleh oknum," ujarnya.

Selain evaluasi tersebut, Randy juga mengusulkan sistem pembayaran menggunakan QRIS yang bekerja sama dengan Bankaltimtara (BPD Kaltim Tara) terus digenjot. Ia berharap penggunaan QRIS untuk bayar parkir bisa diterapkan seragam, agar retribusi langsung masuk ke kas pengelola tanpa perantara.

"Karena kita sudah smart city, kalau bisa semua jukir itu difasilitasi dengan QRIS. Uangnya langsung bisa masuk ke kas mereka dan tidak bisa dicurangi oleh jukir itu sendiri," kata Randy.

Dalam kesempatan itu, Randy juga menyoroti Standar Operasional Prosedur (SOP) para jukir. Ia meminta pihak pengelola memberikan sosialisasi agar jukir lebih bertanggung jawab dan memberikan timbal balik kenyamanan kepada masyarakat.

"Jukir itu bukan hanya sekadar mengambil uang parkir. Kau menerima uang dari kita, kau memberikan kenyamanan. Jangan ujug-ujug kita mau pulang, prit, kita bayar. Harapan kita nggak seperti itu," ucap Randy.

Ia meminta para jukir untuk aktif dalam menjalankan tugasnya seperti membantu memarkirkan dan merapikan kendaraan, menjaga keamanan helm pengendara, serta memberikan penutup karton pada jok motor saat cuaca panas.

"Ya harapan kita Jukir tidak sekedar 'pritt', tapi tidak melayani kendaraan yang sedang parkir," harap dia.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads