Hari Pers Nasional kali ini terasa berbeda bagi Alfian (38). Belasan tahun bergelut dengan pemberitaan, kini dia berada di perkebunan semangka di Desa Manunggal, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sejak pertengahan tahun lalu, Alfian putar setir menjadi petani semangka. Di tanah seluas enam hektare, Alfian mengelola perkebunan bersama petani lainnya. Setelah meneliti dan mempertimbangkan untung ruginya, dia lantas benar-benar menekuni bisnis tersebut.
"Sudah sepuluhan tahun bergelut di pemberitaan, jadi pengen mencari kesibukan baru dengan berkebun," ujar pria kelahiran Tanah Bumbu ini, Senin (9/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semangka Alfian pun kini sudah dipasarkan ke pulau Jawa, hingga pulau Bali. Ia sebelumnya merupakan seorang kontributor untuk sederet media mulai dari nasional hingga lokal, dari televisi sampai online sudah pernah ia jajaki.
Selama ini, ia menyebut kerap meninggalkan anak istri hingga tengah malam hanya untuk mencari sebuah berita bagi kantornya. Hal itu membuat ia banyak kehilangan momen bersama keluarga.
Kini, ia tak ingin hal itu kembali terjadi. Ia ingin, waktu bersama keluarga tak berkurang, namun tetap memiliki penghasilan. Menjadi petani semangka pun pilihan Alfian.
Sebelumnya, Alfian hendak menjadi tengkulak yang membeli hasil panen petani, namun ia justru mendapatkan penolakan yang membuat dirinya bertekad untuk membuka lahan tani sendiri.
"Alhamdulillah didukung penuh oleh istri dan keluarga, bahkan kita juga mendapat dukungan dari narasumber yang kompeten di bidangnya," ujar Alfian.
Melalui relasi yang sudah ia jalin dengan narasumber, Alfian pun bisa dengan mudah memperoleh ilmu mengenai pertanian semangka, bahkan ia bisa mendapatkan pasar untuk semangka hasil panen.
Di panen perdana ini, Alfian berhasil memanen 38 ton semangka dengan harga per kilo Rp 7 ribu. Ia bersyukur, panen pertama ini sukses dengan bantuan sederet orang yang ia pekerjakan.
Saat ini, sudah ada sekitar tujuh orang yang turut membantu suksesnya pertanian semangka miliknya.
"Kita bisa membuka lapangan kerja juga bagi orang lain, bisa berbagi berkat ke yang lain," sebutnya.
"Semoga saja bisa terus bertambah ke depannya agar lebih banyak lagi lapangan pekerjaan yang bisa kita buka," harap Alfian.
Melalui kebunnya, Alfian membuka kunjungan wisata bagi siapapun yang hendak merasakan sensasi memanen semangka langsung dari kebun. Selain semangka, ia juga akan melakukan panen melon dalam waktu dekat.
"Diprediksi untuk panen melon itu sebelum Ramadan, semoga sukses juga seperti semangka ini," bebernya.
Melalui kisah Alfian, membuktikan bahwa menjadi seorang jurnalis bukan hanya memberikan informasi dan menulis berita, melainkan juga bagaimana menjalin relasi baik untuk menciptakan lapangan pekerjaan lain.
"Semoga bisa menjadi inspirasi teman-teman pers lain agar bisa punya bisnis sampingan. Mari belajar dan berkembang bersama, jangan malu dan ragu untuk memulai," pungkasnya.
(bai/bai)
