Penjelasan Kenapa Rambutan Jarang Terlihat Lagi

Penjelasan Kenapa Rambutan Jarang Terlihat Lagi

Novia Aisyah - detikKalimantan
Rabu, 07 Jan 2026 13:39 WIB
Sedang Musim Rambutan, Ini 5 Manfaat Sehat Konsumsi Rambutan
Foto: Getty Images/Worawith Ounpeng
Balikpapan -

Buah rambutan yang biasa jadi penanda musim akhir tahun, kini mulai jarang terlihat. Prof Sobir, pakar buah tropika dari IPB University menjelaskan kemungkinan ada tiga faktor yang mempengaruhi yakni iklim, fisiologi tanaman, dan pergeseran nilai ekonomi.

Dikutip detikEdu dari laman IPB University, Prof Sobir mengurai kondisi iklim 2025 cenderung kemarau basah, sehingga induksi pembungaan tidak optimal. Kemudian, rambutan mempunyai sifat berbuah lebat pada satu tahun dan cenderung berkurang pada tahun berikutnya (biannual bearing) disebabkan cadangan hasil fotosintesis terkuras saat panen sebelumnya.

"Pohon buah-buahan tropika seperti rambutan akan berbunga bila tanaman memiliki cadangan hasil fotosintesis yang cukup dan mendapat periode kering selama 2-4 minggu," jelas Prof Sobir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya tanaman berbunga di awal musim hujan, sekitar Oktober-November, dan dipanen pada Desember saat musim hujan," lanjutnya, dikutip pada Selasa (6/1/2026).

Soal anggapan pohon rambutan semakin sedikit atau tidak lagi berbuah, menurutnya kedua hal ini bisa saja terjadi. Nilai ekonomi rambutan yang relatif rendah membuat petani atau pemilik pohon enggan panen saat jumlah buah sedikit. Petani dapat menilai hal ini tidak ekonomis.

Terkait kemungkinan pergeseran musim buah, Prof Sobir mengatakan hal ini tergantung pergeseran pola musim. Apabila periode kemarau berlangsung jelas dan cukup kering, maka produksi buah saat musim berikutnya berpotensi meningkat.

Sementara, pada 2026 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi secara umum 94,7% wilayah Indonesia mengalami curah hujan tahunan dengan kategori sifat hujan normal dengan curah hujan berkisar antara 1.500-4.000 mm/tahun. Sedangkan 5,1% wilayah lainnya diprediksi mengalami curah hujan tahunan dengan kategori atas normal.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads