Di Indonesia, yang Kerja Lebih Banyak Lulusan SD Ketimbang Sarjana

Nasional

Di Indonesia, yang Kerja Lebih Banyak Lulusan SD Ketimbang Sarjana

Anisa Indraini - detikKalimantan
Kamis, 05 Feb 2026 18:30 WIB
Ilustrasi Pekerja Jakarta
Ilustrasi Pekerja Jakarta/Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Balikpapan -

Tingkat pendidikan mengindikasikan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Namun penduduk Indonesia yang bekerja lebih banyak berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah, ketimbang Diploma IV sampai Sarjana (S1, S2 dan S3).

"Pada November 2025, sebagian besar penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah yaitu sebesar 34,63%. Sementara itu, penduduk bekerja berpendidikan Diploma IV, S1, S2 dan S3 mencapai 10,81%," berikut Berita Resmi Statistik Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia November 2025, dikutip detikFinance pada Kamis (5/2/2026).

Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, penduduk yang bekerja berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), SD ke bawah, Diploma IV, S1, S2, S3 dan Diploma I-III mengalami penurunan. Nilainya masing-masing sebesar 0,19% poin; 0,12% poin; 0,03% poin dan 0,02% poin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, penduduk yang bekerja dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,19% poin dan 0,17% poin.

Kemudian berdasarkan status pekerjaan, penduduk bekerja lebih banyak pada kegiatan informal yaitu sejumlah 85,35 juta orang atau 57,70%. Sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 62,57 juta orang atau 42,30%.

Penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mencakup tenaga kerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar, serta buruh/karyawan/pegawai. Sedangkan status pekerjaan lainnya dikategorikan sebagai kegiatan informal seperti berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar, pekerja bebas dan pekerja keluarga/tidak dibayar.

Hingga November 2025, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai yaitu sebesar 38,81%, berusaha sendiri 20,61%, berusaha dibantu buruh tidak tetap/pekerja keluarga/tidak dibayar 14,31%, pekerja keluarga/tidak dibayar 12,88%, pekerja bebas di nonpertanian 5,50%, serta pekerja bebas di pertanian 4,39%. Paling sedikit berstatus berusaha dibantu buruh tetap dan dibayar yaitu sebesar 3,49%.

Dalam hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak yaitu pertanian, kehutanan dan perikanan 27,99%; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor 18,67%; serta industri pengolahan 13,86%.

"Dibandingkan Agustus 2025, tiga lapangan usaha yang mengalami peningkatan jumlah penduduk bekerja terbanyak adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (0,381 juta orang); Industri Pengolahan (0,196 juta orang); serta Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (0,168 juta orang)," jelasnya.

Baca selengkapnya di sini.



(sun/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads