Di Kalimantan Selatan, ketika flashback ke tahun 1960an, maka akan ada banyak kisah yang ditemukan, dan salah satunya kisah miris Mat Sam. Kisahnya melegenda sebagai penemu 'harta karun' yang tetap miskin.
Di awal tahun ini, tepatnya pada Minggu, 4 Januari 2026, CNBC Indonesia mengulas kisah Mat Sam dengan merangkum banyak surat kabar pada periode itu. Berikut ini sekilas uraiannya.
Penemuan Intan 166,75 Karat
Kisahnya dimulai pada Kamis, 26 Agustus 1965 di kawasan Cempaka. Waktu itu, Mat Sam dibantu 4 temannya bekerja mencari intan.
Di tengah pencarian intan, mereka tak sengaja menemukan intan berukuran besar. Menurut Mat Sam kala itu, intan tersebut sangat bersih dan berwarna biru campur kemerahan.
Bahkan, intan temuan Mat Sam menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, yakni 166,75 karat. Untuk diketahui, intan merupakan bahan baku berlian.
"Harganya diperkirakan tidak kurang dari puluhan miliar Rupiah, karena intan tersebut hanya sedikit lebih kecil dari 'kohinur' (red, berlian India) yang menghiasi mahkota Kerajaan Inggris," tulis harian Pikiran Rakjat (31 Agustus 1965).
Orang Kira Mat Sam Kaya Mendadak
Mat Sam jadi buah bibir dan dikenal banyak orang. Semua orang menduga dirinya bakal kaya raya setelah menemukan 'harta karun' super besar itu.
Namun sayangnya, itu hanya sebatas dugaan. Intan yang ia temukan tak menjadi miliknya, melainkan diambil alih pemerintah.
Surat kabar Angkatan Bersenjata (11 September 1967) menuliskan, intan tersebut diamankan Pantjatunggal, Kabupaten Banjar dan dibawa ke Jakarta untuk diberikan kepada Presiden Soekarno. Proses itu, menurut koran tersebut, 'bertentangan dengan keinginan para penemu/pemilik'.
Kemudian dalam pewartaan Pikiran Rakjat (31 Agustus 1965), intan 166,75 karat itu disebut akan digunakan untuk membangun Kalimantan Selatan, serta dialihkan untuk pembelian teknologi penggalian supaya produksi intan meningkat.
Sebagai gantinya, presiden akan memberi hadiah kepada Mat Sam dan 4 orang temannya. Mereka akan naik haji gratis.
"Penggali intan dan 4 orang serta istrinya mendapat prioritas untuk menunaikan ibadah haji," tulis pewarta Pikiran Rakjat.
Simak Video "Mengisi Tenaga dengan Hidangan Lezat di Banjarmasin"
(sun/aau)