Kalimantan Tengah

Kisah Andi Akell Jadi 'Ojek' Logistik Petugas Karhutla di Tanjung Puting

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 25 Okt 2026 21:36 WIB
Foto: Relawan YOHK Andi Akell saat mengendarai motor di TN Tanjung Puting. (dok YOHK)
Kotawaringin Barat -

Jalanan berlumpur dan akses yang sulit tak menyurutkan langkah para relawan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Seperti yang dilakukan Andi Akell, dia harus menembus hutan untuk mengantar logistik.

Relawan dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) itu menjadi ojek dadakan dengan menggunakan sepeda motor. Kendaraan roda dua itu menjadi penghubung bagi para relawan yang bertugas di lokasi berjauhan, untuk memastikan kebutuhan mereka tetap tersedia saat upaya pemadaman dan penjagaan kawasan terus berlangsung.

Sebagai anggota YOHK, Andi telah berminggu-minggu terlibat dalam penanganan karhutla. Bersama relawan lainnya, ia menghadapi medan yang tidak mudah, mulai dari akses jalan yang kurang memadai hingga titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau.

Di kawasan Beguruh, sejumlah relawan mendapat tugas menjaga sekat bakar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengendalikan penyebaran api agar tidak meluas ke area hutan lainnya, termasuk kawasan di sekitar Camp Tanjung Harapan.

Jarak antara Camp Beguruh dan Camp Tanjung Harapan diperkirakan mencapai 5 hingga 8 kilometer. Jarak tersebut bukan persoalan sepele ketika harus ditempuh dengan berjalan kaki, terlebih jika relawan membawa perlengkapan kerja dan kebutuhan logistik untuk bertugas dalam waktu lama.

Di sinilah peran Andi menjadi berarti. Sepeda motor yang digunakannya membantu mempercepat perjalanan antarlokasi, termasuk mengantarkan berbagai kebutuhan bagi relawan yang berjaga dan bermalam di dalam hutan.

"Meski jalannya tidak bagus, motor ini sangat membantu kami melakukan aktivitas sehari-hari di sini," ujar Andi salah satu anggota YOHK yang terlibat dalam penanganan karhutla di Tanjung Puting, Minggu sore.

Bagi sebagian orang, mengantarkan logistik mungkin terlihat seperti pekerjaan kecil. Namun, di tengah situasi darurat, ketersediaan makanan, air minum, dan perlengkapan pendukung menjadi bagian penting agar relawan dapat terus menjalankan tugasnya.

Apalagi, mereka harus berpindah dari satu titik ke titik lain dengan kondisi medan yang menguras tenaga. Sementara itu, perjuangan para relawan belum berakhir. Sejumlah titik api di sekitar Camp Tanjung Harapan masih menjadi perhatian.

"Besarnya api dan sulitnya akses menuju lokasi membuat upaya penanganan tidak bisa dilakukan dengan mudah," katanya.




(bai/bai)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork