Puluhan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar aksi unjuk rasa di depan DPRD Kalimantan Selatan pada Kamis (22/10). Tak cuma mahasiswa, aksi ini juga diikuti elemen masyarakat hingga ibu rumah tangga (IRT).
Dalam aksi itu, seorang IRT dengan nama Yaya menyampaikan keresahannya tentang Kalsel dalam beberapa bulan belakangan. Selain masalah kabut asap, kekeringan juga menjadi keluhan Yaya.
"Kami resah selama ini kabut asap hampir tiga bulan, air PAM asin," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yaya menyuarakan kondisi krisis dan kabut asap yang terjadi di Banjarmasin membuat sejumlah pekerja mengalami kesulitan antara membagi waktu mengajar anak, serta mencari nafkah. Ia berharap peran nyata pemerintah dalam membantu menangani krisis yang tengah terjadi di masyarakat. Apalagi ada korban yang berjatuhan karena kabut asap.
"Sudah ada berapa korban yang berjatuhan. Termasuk pemadam kebakaran, guru dan lain sebagainya. Mana tanggung jawab dari pemerintah!" seru Yaya.
Selain itu, ratusan massa aksi juga menyuarakan hal serupa. Pantauan detikKalimantan di lapangan, massa aksi berjalan dari Taman Kamboja Banjarmasin menuju kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.
Di sana massa aksi menyerukan kepedulian terhadap isu lingkungan. Yakni mulai kebakaran hutan dan lahan, sampai kabut asap yang tak kunjung reda sejak tiga bulan lalu.
Salah satu massa aksi menyerukan keinginan mereka terhadap tindakan tegas dari pemerintah untuk menangani persoalan kabut asap. Selain kabut asap, persoalan terhadap kondisi-kondisi krisis di Kalsel juga menjadi sorotan.
Mereka juga mengajak berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pekerja, buruh, pedagang, pengemudi ojek daring, sopir truk, komunitas hingga mahasiswa, untuk ikut menyuarakan persoalan tersebut. Massa aksi menyatakan akan bertahan di depan gedung DPRD hingga tuntutan mereka dipenuhi.
