Aksi Dorong-dorongan di Depan DPRD Kalsel, Pagar Roboh

Aksi Dorong-dorongan di Depan DPRD Kalsel, Pagar Roboh

Khairun Nisa - detikKalimantan
Kamis, 22 Okt 2026 14:49 WIB
Mahasiswa ULM naik pagar dalam aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Kamis (22/10/2027).
Mahasiswa ULM naik pagar dalam aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Kamis (22/10/2027). Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarmasin -

Demonstrasi yang digelar mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)di depan gedung DPRD Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Kalsel berlangsung ricuh. Aksi dorong-dorongan terjadi antara mahasiswa dan aparat menyebabkan salah satu pagar roboh.

Peristiwa berawal ketika para mahasiswa meminta masuk untuk bisa melakukan audiensi, namun pagar ditutup rapat dan dijaga ketat oleh aparat. Beberapa mahasiswa tampak melompat pagar.

Aksi saling dorong pun terjadi. Selain itu, terlihat sejumlah benda dilempar ke halaman kantor, mulai dari botol air mineral, bohlam, sandal, hingga sepatu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa mahasiswa juga sempat beradu argumen dengan polisi karena merasa ada kawannya yang dipukul aparat. Mereka pun meminta agar polisi yang bersangkutan didatangkan ke hadapan mahasiswa. Hingga kini situasi masih belum kondusif.

Salah satu pagar gedung DPRD Kalsel roboh dalam aksi demonstrasi mahasiswa, Kamis (22/10/2027).Salah satu pagar gedung DPRD Kalsel roboh dalam aksi demonstrasi mahasiswa, Kamis (22/10/2027). Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan

Diberitakan sebelumnya, puluhan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mendatangi kantor DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel). Mereka membawa sejumlah tuntutan untuk anggota dewan.

Pantauan detikKalimantan di lapangan, massa aksi berjalan dari Taman Kamboja Banjarmasin menuju kantor DPRD Kalimantan Selatan. Mahasiswa menyerukan kepedulian terhadap isu lingkungan. Mulai soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sampai kabut asap yang tak kunjung reda sejak tiga bulan lalu.

Mahasiswa menuntut tindakan tegas dari pemerintah untuk menangani persoalan kabut asap. Selain kabut asap, kondisi krisis di Kalsel juga menjadi sorotan.

Massa mengajak berbagai kalangan masyarakat, mulai dari pekerja, buruh, pedagang, pengemudi ojek daring, sopir truk, hingga komunitas untuk ikut menyuarakan persoalan tersebut. Massa aksi menyatakan sikap akan bertahan di depan gedung DPRD hingga tuntutan mereka dipenuhi.

"Satu komando, satu perjuangan," teriak massa aksi.

"Kami minta kehadiran Bapak Supian HK (Ketua DPRD Kalsel), kami minta untuk turun dan temui kami," imbuhnya.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads