PJJ Selama Kabut Asap Tak Optimal, Pemko Palangka Raya Kaji Ulang Jadwal UAS

Kalimantan Tengah

PJJ Selama Kabut Asap Tak Optimal, Pemko Palangka Raya Kaji Ulang Jadwal UAS

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 21 Okt 2026 18:30 WIB
Ilustrasi PJJ di tengah kabut asap.
Ilustrasi PJJ di tengah kabut asap. Foto: Generated by Gemini AI
Palangka Raya -

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mulai mengkaji ulang skema pelaksanaan ujian akhir semester yang dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2026. Evaluasi dilakukan menyusul terganggunya proses belajar mengajar akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat siswa harus menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan pelaksanaan ujian tidak boleh hanya berpatokan pada kalender akademik. Kesiapan siswa dan kualitas pendidikan harus menjadi pertimbangan utama sebelum pemerintah menentukan jadwal maupun mekanisme ujian.

"Jangan sampai kita memaksakan pelaksanaan ujian sesuai jadwal, tetapi justru berdampak pada penurunan kualitas pendidikan," tegas Fairid, Rabu (21/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fairid, penerapan PJJ selama kabut asap berlangsung berpotensi membuat siswa tidak menyerap materi pelajaran secara optimal. Kondisi tersebut menjadi alasan bagi pemerintah kota untuk mengevaluasi kesiapan peserta didik sebelum ujian digelar.

Ia pun telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya menyusun formula terbaik agar pelaksanaan ujian tetap berjalan tanpa mengorbankan mutu pendidikan.

"Dinas Pendidikan sedang mempersiapkan program-program yang diperlukan. Kita lihat nanti apakah pelaksanaannya dapat sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," ujarnya.

Pemko Palangka Raya juga mempertimbangkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan kondisi kabut asap mulai membaik pada Desember mendatang.

Namun, membaiknya kondisi udara belum menjadi satu-satunya dasar untuk memastikan ujian berlangsung sesuai jadwal. Pemerintah masih harus mempertimbangkan ketertinggalan materi pelajaran serta efektivitas pembelajaran selama siswa mengikuti PJJ.

Karena itu, penyesuaian jadwal maupun skema ujian masih terbuka untuk dikaji. Pemko Palangka Raya ingin memastikan siswa memiliki kesiapan yang memadai sebelum menghadapi evaluasi akhir semester.

Hingga kini, pemerintah kota masih menunggu hasil kajian teknis dari Dinas Pendidikan. Petunjuk teknis resmi mengenai pelaksanaan ujian akhir semester akan ditetapkan setelah evaluasi tersebut rampung.

"Dengan langkah ini, Pemko Palangka Raya berharap kebijakan yang diambil dapat menyesuaikan kondisi pendidikan di tengah dampak karhutla, sekaligus menjaga agar capaian belajar siswa tidak semakin tertinggal," pungkasnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads