Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, membuat aktivitas penerbangan di Bandara Iskandar terganggu. Pembatalan penerbangan bahkan diperpanjang hingga 25 Oktober 2026.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengungkapkan kondisi jarak pandang di bandara sempat sangat terbatas pada Selasa (20/10/2026) pagi. Visibilitas rata-rata hanya mencapai 150 meter akibat kabut asap yang cukup tebal.
"Hari ini kabut asap di bandara cukup tebal, dengan rata-rata visibility hanya 150 meter," kata Asri, Selasa (20/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut menjadi kendala serius bagi operasional transportasi udara. Jarak pandang yang terbatas membuat penerbangan tidak dapat berjalan normal sehingga penyesuaian jadwal dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
"Dampak kabut asap juga membuat pembatalan penerbangan sejumlah maskapai berlanjut. Berdasarkan pemberitahuan operasional, NAM Air tidak beroperasi pada periode 21-25 Oktober 2026," katanya.
Sebelumnya, penerbangan maskapai tersebut juga dibatalkan pada 18-20 Oktober 2026.
Pembatalan serupa turut berlaku untuk penerbangan Batik Air. Dalam pemberitahuan yang disampaikan, penerbangan maskapai tersebut tercantum dalam daftar pembatalan untuk periode 18-20 Oktober dan 21-25 Oktober 2026.
"Perpanjangan pembatalan ini berpotensi mengganggu perjalanan masyarakat yang hendak bepergian dari maupun menuju Pangkalan Bun. Penumpang harus menyesuaikan kembali rencana perjalanan, terutama bagi mereka yang memiliki agenda penting di luar daerah," ujarnya.
Situasi tersebut menunjukkan dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat yang terpapar asap, tetapi juga merembet ke sektor transportasi dan mobilitas warga. Ketika jarak pandang turun hingga ratusan meter, kelancaran penerbangan ikut terhambat.
Keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah penerbangan dapat dilaksanakan. Karena itu, kelanjutan operasional di Bandara Iskandar sangat bergantung pada perkembangan kabut asap dan kondisi jarak pandang di kawasan bandara.
"Penumpang yang telah memiliki tiket untuk periode tersebut diimbau aktif memeriksa informasi terbaru dari maskapai masing-masing. Konfirmasi jadwal sebelum berangkat ke bandara penting dilakukan untuk mengantisipasi perubahan maupun pembatalan penerbangan," pungkasnya.
