Hotspot Karhutla Kobar Turun tapi Asap Masih Pekat

Hotspot Karhutla Kobar Turun tapi Asap Masih Pekat

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Minggu, 18 Okt 2026 11:00 WIB
Citra sebaran asap wilayah Kalimantan
Citra sebaran asap wilayah Kalimantan/Foto: Istimewa (dok BMKG)
Kotawaringin Barat -

Penurunan jumlah hotspot belum diiringi meredanya kabut asap di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Jumlah hotspot turun dari sebelumnya 500 hingga lebih dari 1.000 titik menjadi 350 dan 365 titik dalam dua hari terakhir.

Prakirawan BMKG Iskandar, Afif Rowina Khairi, mengatakan penurunan hotspot menjadi perkembangan positif di tengah upaya penanganan karhutla. Namun, kondisi tersebut belum bisa menjadi patokan bahwa ancaman asap telah berakhir.

"Berdasarkan pemantauan BMKG, asap masih tersebar di seluruh wilayah Kobar. Pergerakannya terpantau mengarah ke barat laut hingga timur laut, sehingga masyarakat masih perlu mewaspadai dampak kabut asap yang ditimbulkan karhutla," katanya, Minggu (18/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harapan meredanya asap tertuju pada potensi hujan yang diperkirakan mulai muncul secara bertahap pada akhir Oktober 2026. BMKG memprakirakan wilayah Kobar memasuki periode peluang hujan ringan pada dasarian III Oktober atau 20-30 Oktober 2026.

"Potensi hujan di wilayah Kotawaringin Barat masih sesuai dengan prakiraan sebelumnya, yaitu mulai memasuki Oktober dasarian III (20-30 Oktober) berpotensi terjadi hujan ringan secara bertahap," kata Afif.

Peluang hujan diperkirakan lebih dahulu muncul di wilayah utara Kobar. Meski demikian, waktu terjadinya hujan dan cakupan wilayah yang diguyur dapat berbeda, bergantung pada perkembangan kondisi atmosfer.

Kehadiran hujan diharapkan membantu memperbaiki kondisi lahan yang mengering akibat musim kemarau. Namun, potensi hujan ringan belum menjamin seluruh titik kebakaran dapat dipadamkan atau sebaran asap langsung menghilang.

"Karena itu, penurunan hotspot masih perlu diikuti pemantauan kondisi kebakaran dan kualitas udara. Selama asap masih menyebar, masyarakat tetap berpotensi terdampak, terutama jika kondisi atmosfer belum mendukung penyebaran dan pengenceran asap secara optimal," katanya lagi.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan sebaran asap di Kobar, khususnya menjelang periode potensi hujan pada akhir Oktober. Informasi cuaca terbaru menjadi penting untuk mengetahui apakah peluang hujan benar-benar terealisasi dan sejauh mana dampaknya terhadap kondisi karhutla. Masyarakat diimbau tetap memperhatikan informasi resmi mengenai cuaca dan kualitas udara.

"Penurunan jumlah hotspot memang menjadi sinyal positif, tetapi kabut asap yang masih menyelimuti seluruh wilayah Kobar menunjukkan bahwa ancaman karhutla belum sepenuhnya berakhir," pungkasnya.



(sun/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads