Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menyiapkan layanan kesehatan bergerak untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dua unit Bus Oksigen Keliling disiapkan agar masyarakat bisa mendapatkan layanan pemberian oksigen secara gratis tanpa harus selalu mendatangi fasilitas kesehatan.
Layanan tersebut diluncurkan di Puskesmas Menteng sejak Jumat (16/10/2026), melalui kolaborasi Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya sebagai tindak lanjut upaya penanganan dampak kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan Bus Oksigen Keliling melengkapi program Rumah Oksigen yang telah lebih dahulu berjalan. Dengan layanan bergerak ini, pemerintah ingin menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan pernapasan, terutama di wilayah dengan paparan asap cukup tebal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan menggantikan program Rumah Oksigen yang sudah ada. Dalam rangka pemerataan pelayanan, kami menyiapkan strategi lain dengan mendatangi masyarakat yang membutuhkan," ujar Riduan, Minggu (17/10/2026).
Pada hari pertama pelaksanaan, bus ditempatkan di Puskesmas Menteng. Selanjutnya, lokasi pelayanan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak asap.
Pemko Palangka Raya menyiapkan dua unit bus untuk mendukung program tersebut. Setiap armada dilengkapi tujuh tabung oksigen sehingga secara kapasitas dapat melayani hingga tujuh orang dalam satu waktu.
"Pelayanan tidak hanya berupa pemberian oksigen. Tenaga kesehatan juga disiagakan untuk memeriksa kondisi pasien, termasuk mengukur saturasi oksigen dalam darah menggunakan alat oksimetri. Hasil pemeriksaan menjadi salah satu dasar untuk menentukan kebutuhan oksigen dan tingkat penanganan pasien," katanya.
Riduan menjelaskan, pasien dengan kadar oksigen di bawah 90 persen membutuhkan penanganan lebih cepat. Sementara itu, kebutuhan pemberian oksigen tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
"Masyarakat Kota Palangka Raya dapat memanfaatkan layanan Bus Oksigen Keliling secara gratis. Karena itu, pemerintah akan menyosialisasikan keberadaan layanan tersebut agar warga mengetahui cara memperoleh bantuan ketika mengalami gangguan pernapasan," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengatakan pihaknya mendukung operasional program dengan menyediakan armada bus beserta pengemudinya.
Bus yang digunakan merupakan armada Bus Rapid Transit (BRT) milik Dinas Perhubungan. Kendaraan tersebut dinilai dapat menunjang pelayanan karena dilengkapi tempat duduk dan pendingin ruangan.
Menurut Hadi, dua unit bus disiapkan untuk tahap awal. Jumlah armada berpeluang ditambah menjadi tiga unit apabila kebutuhan masyarakat meningkat. Penentuan lokasi operasional berikutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan berdasarkan kondisi di lapangan.
"Kehadiran Bus Oksigen Keliling juga diharapkan memperluas jangkauan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan selama karhutla berlangsung," pungkasnya.
