Sebanyak enam relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kabupaten Banjar tumbang. Mereka dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura karena mengalami sesak nafas dan pusing.
Para relawan dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan pertama. Mereka tumbang usai menangani karhutla selama berjam-jam, pada Jumat (16/10) malam.
Salah satu relawan, Hasan menjelaskan sebelum tumbang, dirinya bersama rekan lainnya berupaya memadamkan api yang melahap lahan di sekitar pemukiman. Di lokasi, api yang terus membesar membuat asap semakin menebal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di lokasi itu apinya cukup besar dengan kondisi asap yang tebal, itu hampir mendekati rumah warga," cerita Hasan, Sabtu (17/10/2026).
Para relawan berhadapan langsung dengan titik api, sembari menghirup asap yang kian menebal, hingga mulai membuat beberapa relawan tumbang. Saat itu, Hasan mengaku merasa pusing dan dadanya terasa sesak.
Hasan yakin ini disebabkan terlalu banyak asap terhirup. Selain dirinya, banyak relawan lain yang mengalami hal serupa, para relawan pun mulai tumbang satu persatu.
"Badan rasanya lemas, sulit bernafas, kepala pusing juga. Saat itu saya menduga saya kekurangan oksigen," katanya.
Hingga akhirnya, ia dan sejumlah rekan lainnya menjauhi titik api dan langsung meminta pertolongan kepada relawan lain. Beruntung, tak ada gejala serius lainnya yang dialami oleh para relawan.
Kini, Hasan mengaku telah mulai membaik usai mendapatkan oksigen di rumah sakit. Meski sempat tumbang, Hasan mengaku tidak jera untuk turun kembali ke lapangan.
Hanya saja, ia akan lebih berhati-hati ketika turun kembali ke lokasi kebakaran. Ia juga mengingatkan agar relawan lain bisa tetap menjaga diri dan membatasi diri ketika mulai merasa sesak maupun pusing di lokasi kebakaran.
"Jangan dipaksakan, kesehatan adalah yang utama," imbaunya.
