Sepanjang tahun 2026, jumlah lahan terbakar di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 27.141 ribu hektare. Data tersebut tercatat sejak 1 Januari hingga 13 Oktober 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra mengatakan bahwa data dari total lahan yang terbakar itu, luasan lahan yang telah berhasil tertangani sekitar 8.950 hektare.
"Adapun untuk jumlah kejadian Karhutla, tercatat sebanyak 4.899 kejadian," ujar Ronny, Rabu (14/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronny menjelaskan bahwa hingga saat ini, dengan luasan lahan terbakar telah mencapai puluhan ribu, sejumlah wilayah pun menetapkan status siaga darurat, sementara dua kabupaten menetapkan status tanggap darurat.
Ia membeberkan, wilayah yang menetapkan status siaga darurat di antaranya, Banjarbaru, Tanah Laut, Barito Kuala, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, dan Kotabaru. Sementara yang menetapkan status tanggap darurat ialah Kabupaten Tapin dan Banjar.
"Untuk Banjarmasin belum menetapkan status siaga darurat," terang Ronny.
Ia menuturkan untuk status siaga darurat tingkat Provinsi Kalsel berlaku mulai 6 Juli hingga 31 Oktober 2026 mendatang.
Terkait daerah dengan kejadian kebakaran terbanyak saat ini ada di Kabupaten Banjar sebanyak 1.094 kejadian, disusul Banjarbaru 913 kali, dan Tanah Laut 714 kali kejadian.
Sementara untuk sebaran hotspot, berdasarkan pemantauan satelit NASA-MODIS tercatat ada 54 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kalsel. Terbanyak ada di Kabupaten Tapin dengan 14 titik hotspot, Kotabaru 13 titik, dan Banjar serta Barito Kuala sebanyak enam.
Lainnya, Tanah Laut yakni lima titik, Balangan empat titik, Banjarbaru dua titik, HSS, HSU dan Tanah Bumbu satu titik.
"Kita tetap harus waspada dan siaga hingga Oktober," tutupnya.
