Warga Kelurahan Selumit Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, berjuang menghadapi krisis air bersih yang melanda wilayah mereka selama lebih dari dua bulan terakhir. Kedatangan truk tangki air bersih langsung diserbu dan menjadi rebutan warga setempat.
Dalam rekaman video, warga dari berbagai kalangan usia mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak tampak berbondong-bondong memadati area sekitar truk tangki. Mereka membawa bermacam-macam wadah penampung air seperti ember, jerigen, galon air, hingga drum plastik untuk diisi langsung dari selang tangki.
Mamak Nipon, salah seorang warga Selumit Pantai, mengungkapkan bahwa pembagian air bersih gratis ini merupakan bantuan dari pemerintah yang diajukan secara langsung oleh para Ketua RT di wilayahnya.
"Itu yang pertama warganya lagi ngantri air bersih gratis sumbangan dari pemerintah yang diajukan sama RT-RT setempat di Selumit Pantai situ," tutur Mamak Nipon kepada detikKalimantan, Jumat (16/10/2026).
Warga mengaku sangat kesulitan karena selama dua bulan terakhir, sejak Agustus, pasokan air dari pipa PDAM hampir tidak pernah mengalir secara merata ke pemukiman mereka. Bahkan, jika sempat mengalir, air yang keluar kerap bercampur lumpur sebelum akhirnya mati kembali.
"Sulit air, hari-hari saya begadang menunggu air mengalir di rumah," terangnya.
Lurah Selumit Pantai, Erwinsyah, mengatakan krisis air kali ini terasa jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya karena ketiadaan curah hujan yang membuat embung penampungan PDAM mengalami kekeringan drastis.
"Untuk meringankan beban warga, pihak kelurahan berkoordinasi dengan PDAM Tirta Alam, BPBD, dan Kementerian PUPR untuk mengirimkan truk tangki air bersih berdasarkan pengajuan dari pengurus RT setempat," ungkapnya.
Erwinsyah mengaku ikut pusing karena turut merasakan kesulitan air bersih di rumahnya sendiri. Ia menyebut air di kediamannya tidak mengalir dan pesanan beli airnya tak kunjung diantar karena harus ikut mengantre.
"Ngomong-ngomong, lurah juga ga punya air, beli air ga diantar2, katanya antri," terangnya.
Sebagai pimpinan wilayah, Lurah Selumit Pantai mengimbau agar warga tetap bersabar dan berdoa bersama agar hujan segera turun, sehingga krisis air bersih di Selumit Pantai dan Kota Tarakan secara umum dapat segera berakhir.
"Sebagai lurah, kondisi seperti ini semoga cepat berlalu dan semoga cepat turun hujan. Kepada warga tetap untuk bersabar dan berdoa semoga dalam waktu dekat turun hujan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Krisis Air Sukabumi, Ratusan Warga Bertahan di 'Kobakan'"
(des/des)