Krisis Air Bersih di Tarakan Meluas, Ini Daftar Lengkap Wilayah Terdampak

Krisis Air Bersih di Tarakan Meluas, Ini Daftar Lengkap Wilayah Terdampak

Oktavian Balang - detikKalimantan
Selasa, 15 Sep 2026 17:40 WIB
Bendungan Binalatung
Bendungan Binalatung/Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan
Tarakan -

Krisis air bersih di Tarakan meluas. PDAM Tirta Alam Tarakan mengungkapkan puluhan wilayah permukiman terdampak penghentian hingga penggiliran pasokan air. Terutama daerah dataran tinggi dan kawasan yang jauh dari jaringan utama.

Asisten Manajer Jaringan dan Pengaliran PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Sutrisno, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pasokan air menyusut drastis karena sumber air baku di sejumlah bendungan dan sungai utama telah mengering.

"Benar, di sejumlah wilayah mengalami krisis air, terutama daerah dataran tinggi dan yang jauh dari pelayanan kami," kata Iwan kepada detikKalimantan. Selasa (15/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iwan merinci wilayah terdampak yang terbagi berdasarkan tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama seperti IPA Kampung Satu. Yang terdampak di seluruh wilayah Kampung Satu, Ladang, sekitaran Markoni, Kampung Baru, Danau Jempang, Aspol, Gunung Belah, seluruh Sebengkok, Kampung 4, Kampung 6, Mamburungan, Kusuma Bangsa, Lingkas Ujung, Jembes, Beringin, dan Selumit Pantai.

"Adapun IPA Persemaian, yang terdampak di area Damai Bakti, Kebun Jagung, Perum Griya, sekitaran Bumi X, Lestari, Cahaya Baru, Agatis, Rawasari, Aki Babu, Aki Balak, Mulawarman, Cendrawasih, Gajah Mada, Karang Rejo, Jembatan Bongkok, Yos Sudarso, Bhayangkara, Karang Anyar, Selumit Darat, Selumit Gunung, Karang Balik, dan Sebengkok AL.

Sementara itu, IPA Kampung Bugis, yang terdampak di seluruh Kampung Bugis, Wijaya Kusuma, sebagian Kampung Baru, Jenderal Sudirman, serta seluruh Karang Balik. Ia menambahkan krisis pasokan dipicu minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir, yang membuat penampungan air baku PDAM habis total.

"Beberapa titik penampungan yang mengering di antaranya Bendungan Binalatung, Embung Persemaian, Embung Rawasari, Sungai Persemaian, dan Sungai Kampung Bugis," bebernya.

PDAM menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga dan mengimbau masyarakat untuk bijak mengoperasikan sisa air yang ada. "Saran buat masyarakat Kota Tarakan, kami mengimbau untuk melakukan penghematan dalam penggunaan air bersih. Pada saat aliran mengalir, diharapkan untuk segera menampung. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya dan mohon doa agar Tarakan segera diberi hujan," ujar Iwan.

Mengenai kapan distribusi air kembali normal, Iwan menegaskan hal tersebut sepenuhnya bergantung pada ketersediaan air baku dari alam. "Pasokan air dipastikan baru akan kembali lancar setelah debit air baku di embung dan sungai kembali terisi oleh air hujan," pungkasnya.



(sun/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads