Hujan Guyur Kumai, Warga Berharap Tanjung Puting Kebagian

Hujan Guyur Kumai, Warga Berharap Tanjung Puting Kebagian

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 15 Okt 2026 19:00 WIB
Hujan Guyur Kumai
Hujan guyur Kumai/Foto: Istimewa
Kotawaringin Barat -

Hujan yang turun di sejumlah wilayah Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis (15/10/2026) sore, membawa harapan bagi masyarakat setelah kemarau panjang. Warga berharap hujan juga membasahi kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Hujan mulai turun pukul 14.10 WIB. Kabar tersebut disambut gembira warga yang telah lama menanti turunnya hujan, di tengah kondisi cuaca kering yang melanda wilayah Kobar.

Ahmadin menjadi salah satu warga yang bersyukur atas turunnya hujan tersebut. Ia berharap hujan yang datang kali ini menjadi pertanda baik dan membawa perubahan setelah kemarau berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Semoga menjadi awal bagus mengakhiri musim kemarau panjang ini," kata Ahmadin, Kamis (15/10/2026).

Kabar turunnya hujan juga datang dari Tanjung Kalap, wilayah yang masih berada di Kecamatan Kumai. Roni, warga setempat, turut mengabarkan hujan telah membasahi daerahnya.

"Alhamdulillah, di Kalap, Kecamatan Kumai, juga hujan," ujar Roni.

Turunnya hujan di Kumai dan Kalap menjadi kabar yang melegakan masyarakat. Namun, warga berharap hujan tidak hanya terjadi di kawasan permukiman, melainkan juga menjangkau wilayah lain yang masih membutuhkan guyuran air.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Tanjung Puting. Kawasan konservasi yang berada di Kecamatan Kumai, Kobar tersebut diharapkan turut mendapatkan hujan setelah menghadapi kondisi kemarau panjang.

Hujan yang turun di sejumlah titik memang membawa optimisme, tetapi belum ada informasi yang memastikan hujan juga mengguyur kawasan Taman Nasional Tanjung Puting pada waktu yang sama.

Masyarakat berharap hujan dapat turun lebih merata sehingga kondisi lingkungan berangsur membaik. Guyuran hujan juga diharapkan membantu mengurangi dampak cuaca kering yang berkepanjangan.

Meski demikian, hujan yang turun pada Kamis sore belum bisa menjadi patokan bahwa musim kemarau telah berakhir. Perkembangan cuaca masih perlu dipantau berdasarkan kondisi atmosfer dan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bagi warga Kobar, hujan sore itu setidaknya menjadi secercah harapan. Mereka kini menantikan hujan susulan yang lebih merata, termasuk di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.



(sun/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads