Asap Karhutla Indonesia Makin Luas, Alert Level 3 Aktif

Asap Karhutla Indonesia Makin Luas, Alert Level 3 Aktif

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Rabu, 14 Okt 2026 14:40 WIB
Lahan milik warga di Kotawaringin Barat terbakar.
Karhutla di Kalimantan Tengah. Foto: Dok. BPBD Kotawaringin Barat
Samarinda -

Sebaran asap karhutla di Indonesia semakin meluas dan berdampak ke negara tetangga. Pemantauan sebaran kabut asap terbaru di wilayah ASEAN memperlihatkan asap dari Kalimantan dan Sumatra menyebar menutupi Malaysia dan Singapura.

ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) dalam laporan terbarunya menyatakan sebaran asap dari Indonesia telah mencapai Level 3. Asap ini sudah menyebar hingga ASEAN bagian selatan. Berdasarkan data satelit ASMC pada Rabu (14/10/2026) pukul 10.52 WIB, cuaca kering masih berlangsung di banyak wilayah ASEAN seperti Indonesia.

Titik panas juga masih terdeteksi dan meluas di Kalimantan dan Sumatra Selatan. Kabut asap dengan tingkat sedang hingga pekat juga terpantau menutupi sebagian Semenanjung Malaysia, Singapura, Kalimantan, Sumatra, dan wilayah barat Sarawak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan hanya negara tetangga, asap juga menyebar hampir ke seluruh wilayah Indonesia lainnya, melintasi Sulawesi hingga Papua. Dalam peta ASMC, terlihat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Dari titik itu, asap menyebar sampai ke arah Papua, Malaysia, dan Singapura.

Citra sebaran asap di ASEAN berasal dari Indonesia.Citra sebaran asap di ASEAN berasal dari Indonesia. Foto: ASMC ASEAN

ASEAN Aktifkan Alert Level 3

Dalam update terbarunya, ASMC juga mengeluarkan peringatan Level 3 yang mengindikasikan adanya risiko penyebaran kabut asap di kawasan ASEAN. Level ini yang paling tinggi, artinya sebaran asap sudah berlangsung cukup kuat dan potensi untuk menyebar lebih jauh juga semakin tinggi atau parah.

Dijelaskan pula peringatan Level 3 ini baru akan aktif apabila kondisi hotspot yang muncul secara signifikan dan terus-menerus, kabut asap sedang hingga pekat yang kian meluas setidaknya dua hari berturut-turut, cuaca kering yang masih bertahan, serta pergerakan arah angin yang dapat membawa asap menuju negara ASEAN lainnya. Bersamaan dengan itu, ASMC memperkirakan cuaca kering masih akan berlanjut di sebagian wilayah ASEAN. Hujan diperkirakan turun di Semenanjung Malaysia serta bagian utara dan tengah Sumatra dan Kalimantan.

Dengan hujan ini, potensi munculnya titik panas dan menyebarnya asap akan menurun. Namun, kondisi wilayah Kalimantan dan Sumatra masih berisiko karena cuaca kering akan terus berlangsung setidaknya sampai bulan November-Desember. Maka dari itu, ASMC mewaspadai adanya risiko penyebaran kabur asap yang akan semakin meluas di negara ASEAN, khususnya Malaysia bagian Sarawak dan Kuala Lumpur, serta Singapura.

Firefly Batalkan Penerbangan Kuala Lumpur-Singapura

Imbas kabut asap, beberapa maskapai Malaysia dan Singapura membatalkan penerbangannya hingga Rabu (14/10/2026), salah satunya maskapai Firefly. Penerbangan yang dibatalkan adalah rute Malaysia dari Bandara Sultan Abdul Aziz Shah ke Bandara Seletar di Singapura.

Dikutip dari Channel News Asia, pembatalan dilakukan akibat kondisi cuaca dan kabut asap. Karena jarak pandang yang terganggu, pihak maskapai terpaksa membatalkan penerbangan terhitung sejak Sabtu (10/10/2026). Adapun penumpang yang terdampak diberi kompensasi berupa penjadwalan ulang menggunakan maskapai Malaysia Airlines dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Bandara Changi di Singapura.

Kondisi kualitas udara di kedua negara juga kena imbas akibat asap karhutla. Data dari IQAir mencatat nilai US AQI Singapura sebesar 193 dan Kuala Lumpur sebesar 177 pada Rabu(14/10/2026). Partikel toksin yang mendominasi udara keduanya adalah PM 2.5 dan masuk dalam kategori Tidak Sehat.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Singapura kembali menyediakan subsidi layanan perawatan untuk penyakit yang diakibatkan kabut asap. Pernyataan ini disampaikan Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung yang telah diresmikan pada 12 Oktober lalu, seperti yang dilansir dari CNA. Di tahun 2015, program ini juga pernah dilakukan akibat karhutla di Indonesia yang menyebabkan asap mengepung Singapura.

Untuk beberapa hari ke depan, kondisi kabut asap masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Walaupun hujan telah mengguyur beberapa wilayah, potensi karhutla masih ada di depan mata. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan gunakanlah masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Halaman 2 dari 2
(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads