Kekeringan melanda Desa Danau Ganting, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah. Warga setempat pun kesulitan mendapatkan air bersih.
Hal ini diungkapkan Kades Danau Ganting, Gapilon. Ia mengatakan, warganya mulai mengalami kesulitan air bersih sekitar dua bulan terakhir.
"Sumur-sumur kami sudah mengering kurang lebih mendekati 2 bulan. Selama ini kami sangat perlu untuk kebutuhan minum dan memasak. Untuk MCK kita mencari air sungai yang tersisa," kata Gapilon, Senin (12/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, selama ini warga hanya mengandalkan bantuan dari sejumlah relawan dan juga pihak kepolisian. Seperti pada Senin pagi ini, Polres Barsel menyalurkan air bersih pada masyarakat Desa Danau Ganting.
"Selama ini dari Polres Barsel sudah dua kali menyalurkan air bersih ke masyarakat Desa Danau Ganting. Ini sangat membantu masyarakat, sebab sumber air bersih masyarakat desa Danau Ganting mengalami kekeringan," sambung Gapilon.
Diketahui Polres Barsel telah mendistribusikan total sebanyak 150 ribu liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan ekstrem selama satu bulan terakhir. Hari ini, Polres Barsel telah menyalurkan 4.000 liter air bersih ke Desa Danau Ganting.
Air bersih diangkut menggunakan satu unit truk tangki untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh pasokan air. Sekitar 50 kepala keluarga atau 250 jiwa di desa tersebut terdampak kekeringan dan menerima manfaat dari bantuan tersebut.
Air bersih tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga digunakan untuk mengisi tandon di rumah warga sebagai persediaan.
Kapolres Barito Selatan, AKBP Eko Mardianto mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kekeringan.
"Kami berupaya hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi, khususnya warga yang terdampak kekeringan dan membutuhkan air bersih. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan memenuhi sebagian kebutuhan air sehari-hari," ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk keperluan rumah tangga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan. Polri ingin terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan," tuturnya.
"Keterbatasan air bersih dapat mengganggu berbagai aktivitas warga, mulai dari memasak, minum, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, pengisian tandon di rumah-rumah warga diharapkan dapat membantu menyediakan cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari," imbuh Eko.
