Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, kian mengkhawatirkan. Asap kebakaran yang menyelimuti kawasan Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan, membuat udara tampak menguning.
Kobaran api bahkan meluas hingga mendekati tepi jalan raya, sehingga upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif. Polres Barsel bersama personel TNI, BPBD, KPHL, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan unsur terkait berjibaku memadamkan api.
Dalam penanganan tersebut, tim menggunakan cairan pemadam X-Fire untuk membantu mengatasi kebakaran yang sulit dikendalikan di lahan kering dan bergambut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemadaman dilakukan sejak Kamis (8/10) hingga Sabtu (10/10) hari ini. Meski penyemprotan dilakukan secara intensif, api sulit dipadamkan karena kondisi lahan yang sangat kering dan karakteristik tanah gambut yang padat. Kobaran api bahkan menjalar hingga mendekati jalan utama.
Setelah beberapa jam melakukan pemadaman, tim berhasil mengendalikan api dan melanjutkan proses pendinginan. Namun, kemunculan kembali titik panas membuat petugas harus terus memastikan tidak ada api yang tersisa.
Polisi membantu pemadaman karhutla di tengah pekatnya asap yang membuat langit Barito Selatan menguning. (dok Polres Barsel) |
Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto mengatakan, pengecekan ulang dilakukan untuk memastikan bara api di dalam lapisan gambut benar-benar padam. Sebab, api yang terlihat sudah padam di permukaan masih berpotensi menyala kembali dari dalam tanah.
"Dalam 2-3 hari ini upaya pemadaman karhutla terus dilakukan oleh tim pemadam kebakaran gabungan, baik dari Polres Barsel, TNI, BPBD, KPHL, MPA, dan rekan Dinkes serta lainnya di wilayah Desa Madara. Karena kekeringan dan gambut sehingga medan di lapangan sangat berat, hingga beberapa jam baru dapat dipadamkan semuanya," kata Eko, Sabtu (10/10/2026).
Pada hari ini tim gabungan kembali melakukan pemeriksaan langsung terhadap titik panas atau ground check hotspot, melanjutkan pendinginan, serta memantau kondisi kawasan menggunakan drone.
"Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan masih adanya titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan," katanya.
Dalam proses penanganan, personel dibagi ke sejumlah titik agar pemadaman berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Kapolres didampingi Kabagops AKP Afif Hasan dan Kapolsek Dusun Selatan Iptu Sugito bersama personel Polres dan Polsek Dusun Selatan serta tim gabungan lainnya.
Kondisi lahan gambut yang kering menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Selain memadamkan api yang terlihat, tim harus memastikan proses pendinginan berjalan optimal agar bara di bawah permukaan tanah tidak kembali menyala dan memperluas kebakaran.
Polres Barsel mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan lahan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan secepat mungkin.
"Polres Barito Selatan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan melalui call center 110 apabila menemukan adanya titik api, guna dilakukan pemadaman dengan cepat dan mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas lagi," tegas Eko.
Data dari BPBD, karhutla di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) hingga awal Oktober 2026. luas lahan yang terbakar mencapai 1.144,46 hektare dari 250 kejadian, serta ratusan titik panas terpantau pada 9 Oktober 2026.

