Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kalimantan. Sejumlah daerah di Kalimantan terdampak kabut asap, yang menyebar hingga dirasakan negeri tetangga.
Asap pekat, lahan yang menghitam, hingga rusaknya habitat satwa liar menjadi gambaran nyata dari kebakaran yang terus menjadi perhatian. Ketika api mulai melahap kawasan hutan dan lahan gambut, dampaknya tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Karhutla di Kalimantan tak hanya berdampak pada wilayah yang terbakar. Kabut asapnya terbawa angin hingga melintasi perbatasan dan mengganggu kualitas udara negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.
Situasi ini masih menjadi perhatian pada Oktober 2026, bahkan makin parah dan meluas hingga mengancam pemukiman warga. Kementerian Kehutanan mencatat 793 titik panas berkepercayaan tinggi di Indonesia hingga 10 Oktober pukul 21.00 WIB. Dari jumlah tersebut, Kalimantan Tengah mencatat 288 titik, Kalimantan Barat 44 titik, dan Kalimantan Selatan 28 titik.
1. Karhutla di Kalimantan Tengah
Kebakaran hutan masih terjadi di Kalimantan Tengah. Terparah yang menjadi sorotan ada di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah serta Jalan Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama, wilayah Kotawaringin Barat.
Viral video para relawan TNTP mengaku kewalahan menghadapi karhutla yang melanda kawasan konservasi tersebut dan meminta pemerintah segera mengerahkan helikopter water bombing.
Surat terbuka yang disertai video pernyataan relawan itu beredar luas sejak Minggu (11/10/2026). Salah satunya diunggah melalui akun Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) di Instagram.
Dalam unggahan tersebut, para relawan mengungkap kondisi pemadaman kebakaran di zona inti Taman Nasional Tanjung Puting yang semakin sulit ditangani. Mereka menyebut upaya pemadaman di darat belum menunjukkan hasil signifikan.
Tim gabungan YOHK dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat bahkan menarik sementara personel dari kegiatan pemadaman.
Tak lama kemudian viral juga video kondisi kebakaran di TNTP saling berhadapan atau bertemu. Kepala BNPB Letjen Suharyanto membenarkan kejadian tersebut.
Dalam rekaman video dari pantauan udara, nampak kondisi api bertemu api di tengah hamparan hijau hutan. Kepulan asap terlihat membumbung tebal.
Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah mendesak pemerintah pusat segera turun tangan membantu penanganan karhutla. Menurutnya, kondisi di lapangan sudah membahayakan dan membutuhkan dukungan tambahan, baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana pemadaman.
Pemkab Kobar kini menetapkan tiga wilayah sebagai prioritas penanganan karena menjadi penyumbang asap terbesar. Ketiga wilayah tersebut yakni ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Desa Tanjung Putri, serta kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
"Kondisi ini jangan dianggap sepele. Kami harapkan pemerintah pusat turun langsung ke wilayah Kobar dan Provinsi Kalimantan Tengah, bantu kami dan segera turunkan bantuan," tegasnya.
Sementara itu DPRD Kotawaringin Barat juga mengaku berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong langkah konkret penanganan karhutla, termasuk di kawasan TNTP. Upaya ini dilakukan di tengah terkendalanya pemadaman melalui udara akibat jarak pandang yang dilaporkan berada di bawah 2.000 meter.
2. Karhutla di Kalimantan Timur
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mencatat ada 127 kejadian hingga saat ini.
"Per 12 Oktober 2026 pukul 09.00 Wita, telah tercatat sebanyak 127 kejadian kebakaran lahan di Kota Balikpapan sepanjang tahun 2026," kata Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali, Senin (12/10/2026).
Kebakaran ini menimpa lahan yang didominasi tanaman jenis vegetasi. Total luas lahan yang terbakar sekitar 81 hektare.
"Perkiraan total luas lahan terbakar mencapai 81 hektar atau setara dengan 810.156 meter persegi. Kejadian ini menimpa (lahan yang dipenuhi) ilalang serta semak belukar," ujarnya.
Kabut asap kembali menyelimuti Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi ini dipengaruhi oleh akumulasi asap karhutla.
Pengamatan detikKalimantan, kondisi udara tampak lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kondisi ini juga membuat jarak pandang terbatas meski masih dalam batas normal.
Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengatakan kepekatan asap terutama terlihat pada pagi hari ketika suhu udara cenderung lebih rendah.
Dalam beberapa hari terakhir, karhutla terpantau terjadi di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Asap dari kebakaran tersebut terbawa pergerakan angin ke utara hingga mencapai wilayah Kalimantan Timur.
"Terpantau karhutla masih terjadi di sekitar Kalteng dan Kalsel yang membawa asap ke utara menuju Kaltim," kata Huda.
Selain dari kedua provinsi tersebut, kebakaran di wilayah Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU) dilaporkan semakin intens. Kondisi ini menambah sumber asap di wilayah selatan Kalimantan Timur.
"Wilayah PPU dan Paser juga mengalami karhutla yang semakin intens. Ini membuat potensi panas di wilayah selatan Kalimantan meningkat," ucapnya.
3. Karhutla di Kalimantan Barat
Pemprov Kalbar memperpanjang status tanggap darurat karhutla selama 14 hari, 5-18 Oktober 2026. Kebijakan itu diambil karena kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah dan kabut asap berpotensi memengaruhi Kota Pontianak.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan Yudo Shekti Mutiko mengatakan pemadaman dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Kemenhut juga mendorong pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk membantu penanganan karhutla.
"Pemadaman terus dilakukan. Apalagi juga Pak Menteri kan juga menugaskan kami untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan juga melibatkan masyarakat itu di kegiatan-kegiatan pemadaman," ujar Yudo kepada detikKalimantan, Minggu (11/10/2026).
Yudo menyebut aksesibilitas menjadi salah satu tantangan utama dalam pemadaman petugas Manggala Agni. Tidak semua titik api di sejumlah lokasi mudah dijangkau, sehingga petugas harus mencari cara untuk mencapai lokasi, termasuk melalui jalur air.
"Tantangan yang utama itu aksesibilitasnya luar biasa. Tidak semua bisa kita jangkau. Tapi biarpun sulit-sulitnya dijangkau, kita tetap berupaya. Mau lewat air kita kerjain juga," katanya.
Selain medan yang sulit, keterbatasan sumber air akibat musim kemarau turut menghambat upaya pemadaman. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Manggala Agni telah mengembangkan sumur bor sebagai salah satu sumber air alternatif di lokasi yang sulit mendapatkan pasokan air.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(aau/aau)