Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pernah menyampaikan untuk mengawal Prabowo-Gibran dua periode pada 2025 lalu. Terbaru, Jokowi malah mengingatkan bahwa pemilihan presiden masih lama.
Dilansir detikJateng, hal itu disampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo pada Kamis (8/10). Awalnya Jokowi menjawab sejumlah pertanyaan mengenai polemik ijazah setara SMA dari Gibran Rakabuming Raka.
Jokowi menegaskan bahwa putranya telah menyelesaikan pendidikan S1. Menurutnya, hal itu sudah menunjukkan bahwa Gibran sudah lulus SMA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan yang paling penting, Mas Wapres ini kan sudah menyelesaikan S1. Kalau menyelesaikan S1 itu mestinya kan sudah melewati tahapan sebelumnya. Kalau di sini kayak SMA-nya mestinya kan sudah selesai. Kalau belum kan ya nggak bisa daftar ke S1-nya," tegas Jokowi.
Lebih jauh, Jokowi menjelaskan bahwa sistem pendidikan tiap negara berbeda-beda. Menurutnya, ada negara yang menerapkan sistem pendidikan di mana siswa dari secondary school bisa langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.
"Jadi setiap negara itu memiliki sistem pendidikan yang berbeda-beda. Kalau kita ini tahapan dari bawah kan ada SD, SMP, SMA, S1, atau ada di sini juga diploma. Di luar (negeri) juga ada sistemnya sendiri," ujarnya.
"Ada yang dari seperti kita, SD, SMP, kemudian secondary school, kemudian masuk ke universitas. Tapi juga ada sistem yang lewat program pathway, kemudian baru masuk ke diploma dan S1-nya. Saya kira setiap negara sistemnya berbeda-beda," lanjutnya.
Masalah ijazah ini membuat Gibran digugat untuk dimakzulkan DPR. Jokowi mempersilahkan pihak yang ingin menempuh langkah-langkah tertentu dan mengikuti mekanisme yang berlaku.
"Di negara kita ada mekanisme demokrasi yang harus dilalui. Jadi ya silakan ikuti mekanisme demokrasi yang tersedia, yang sesuai dengan konstitusi, yang sesuai dengan aturan hukum yang ada," ujar Jokowi.
Namun, apabila dimakzulkan, maka Gibran tidak bisa maju dalam Pilpres maupun Pilkada 2029 kecuali mempunyai Paket C. Mengenai hal itu, Jokowi menyebut terdapat lembaga yang memiliki kewenangan untuk menentukan hal tersebut.
"Ya, semuanya ada yang memiliki kewenangan untuk memutuskan itu. KPU, ada kita punya Bawaslu, semuanya ada. Semuanya ada mekanismenya dan semuanya ada lembaga yang memiliki kewenangan untuk itu," terangnya.
Lalu bagaimana dengan rencana dukungan Prabowo-Gibran dua periode? Jokowi menyebut bahwa pemilu selanjutnya masih lama.
"Pemilu masih jauh," katanya singkat.
Sebelumnya, pada September 2025, Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan relawan Bara JP untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode.
"Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode). Ya memang sejak, apa, saya perintahkan seperti itu untuk mendukung pemerintahan Pak Presiden Prabowo-Gibran dua periode," katanya.
Baca selengkapnya di sini.
