Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di berbagai wilayah di Kalimantan. Kabut asap yang muncul dari karhutla masif tersebut berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi.
Kondisi yang tak kunjung membaik ini disuarakan oleh pengguna media sosial dengan tagar #PrayforKalimantan. Dilansir detikInet, melalui tagar tersebut, publik menyampaikan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak di Kalimantan serta berharap agar situasi segera membaik.
Salah satu unggahan yang menggunakan tagar ini memperlihatkan video upaya pemadaman kebakaran di lahan gambut. Namun, karakteristik lahan gambut yang sangat kering ditambah cuaca panas membuat api dengan mudah menyala lagi. Terlihat petugas hanya menggesekkan sepatu ke tanah yang sudah hangus, muncul sekelebat api yang bisa kembali membesar kapan saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Spt kata incess syahrini "hempas datang lagii, hempas datang lagii, syantikkk," tulis akun tersebut.
Postingan lain memperlihatkan kabut asap pekat di wilayah Kalteng hingga jarak pandang sangat rendah, di bawah 100 meter. Tampak pula partikel-partikel hitam beterbangan dibawa asap. Kualitas udara sangat berbahaya hingga mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.
Warganet juga menggunakan tagar #PrayforKalimantan untuk mengabarkan kejadian di Jalan Trans Kalimantan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Karhutla mendekati permukiman warga dan kampus Universitas Islam Kalimantan (Uniska) pada Rabu (7/10).
"Karena asapnya sudah pekat banget dan bikin sesak, pihak kampus akhirnya mutusin buat memulangkan mahasiswa lebih awal. Gak cuma itu, kuliah buat tanggal 7 sampai 8 Oktober diubah jadi daring (online) dulu demi kesehatan," tulis cuitan di X tersebut.
Pemerintah daerah di Kalimantan pun masih menetapkan status tanggap darurat karhutla. Sekolah-sekolah diimbau melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi keselamatan siswa. Sementara itu, Ditlantas Polda Kalteng melaporkan naiknya angka kecelakaan akibat jarak pandang yang terganggu kabut asap.
Warganet dari Kalimantan maupun wilayah lain terus membagikan update-update terbaru karhutla di media sosial. Menurut Satgas Karhutla Kotawaringin Barat, diperkirakan karhutla masih akan terjadi hingga November.
Baca selengkapnya di sini.
