Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menargetkan pembangunan jalan darat menuju Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan dapat terealisasi pada 2027. Target itu menjadi fokus pemerintah pusat untuk membebaskan warga perbatasan dari keterisolasian.
"Penuntasan akses ke Krayan dimasukkan ke dalam Rencana Induk Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltara periode 2027-2029, yang diproyeksikan membutuhkan total anggaran hingga Rp 32 triliun," terang Tito yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Rabu (7/10/2026).
Minimnya konektivitas darat memaksa warga bergantung penuh pada moda transportasi udara perintis untuk mobilitas harian maupun pasokan logistik. "Selama ini kawasan Krayan menjadi salah satu titik paling terisolasi di garis batas negara," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menilai penuntasan jalur darat menuju Krayan pada 2027 akan membawa dampak ekonomi langsung. Terbukanya akses jalan dipastikan memangkas biaya distribusi logistik yang selama ini melambung tinggi akibat ketergantungan pada angkutan udara dan sungai.
"Dengan terbukanya akses darat, biaya distribusi bisa ditekan sehingga harga komoditas yang diterima masyarakat juga lebih terjangkau," ujar Zainal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala membeberkan kapasitas penerbangan perintis yang sangat terbatas menjadi beban berat bagi masyarakat pedalaman. "Masyarakat perbatasan selama ini hanya bisa mengandalkan moda transportasi udara berkapasitas terbatas, antara 10 hingga 20 orang, dengan frekuensi penerbangan yang juga terbatas," ungkap Ingkong.
Ia menegaskan,pembukaan jalan darat menjadi satu-satunya solusi mutlak untuk memutus isolasi wilayah sekaligus menyetarakan tingkat kesejahteraan warga.
"Satu-satunya akses untuk melepaskan keterisolasian dan memenuhi kesetaraan kebutuhan masyarakat adalah melalui percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan," tegasnya.
